Asal Usul Emas dan Perak

Discussion in 'Science' started by crewjvm, Oct 3, 2018.

  1. crewjvm

    crewjvm Member

    Joined:
    Sep 15, 2015
    Messages:
    94
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Asal Usul Emas dan Perak - Selama hampir 60 tahun para ilmuwan dan peneliti mencari asal - usul logam mulia yang ada di Bumi. Logam mulia tersebut seperti halnya emas, perak dan platinum.
    [​IMG]
    Seperti yang kita ketahui bersama bahwa logam - logam tersebut mempunyai keunikan tersendiri. Seperti halnya emas dan perak yang termasuk dalam logam mulia, dan platinum yang menjadi unsur logam murni paling kuat dimana nilai kekerasannya hanya satu tingkat dibawah berlian (10 mohs) bila diukur menggunakan hardness tester /alat pengukur kekerasan.

    Dan setelah banyak mengamati dan meneliti kini para ilmuwan dapat memberikan kesimpulan atau kemungkinan asal dari logam mulia yang ada di bumi.

    Ilmuwan dari MIT mengklaim berhasil menemukan galaksi kerdil kuno yang dinamakan Retikulum II, galaksi ini berlokasi sekitar 98 ribu tahun cahaya dari Bumi. Galaksi tersebut diyakini memiliki bintang yang banyak mengandung unsur logam mulia tersebut.

    Menurut salah satu ilmuwan dari MIT, Anna Frebel menyebutkan bahwa produksi unsur - unsur ini (unsur berat dan berharga) membutuhkan begitu banyak energi dan ini membuat produksi dalam skala percobaan menjadi tidak mungkin, karenanya ia mengatakan harus menjadikan bintang atau benda kosmos sebagai laboratorium penelitian ia dan timnya.

    Galaksi Reticulum II mengorbit kepada Bima Sakti dan merupakan galaksi kerdil yang letaknya paling dekat yang pernah ditemukan, galaksi ini dianggap sebagai salah satu kandidat terbaik untuk mendeteksi materi gelap yang masih sulit dipahami. Berdasarkan penemuan tersebut membuat galaksi ini menjadi tempat terbaik untuk meneliti dan menemukan asal - usul logam di alam semesta.

    Dengan menggunakan teleskop Magellan di Las Campanas Observatory di Chile, para tim peneliti dan ilmuwan mengamati cahaya bintang pada galaksi tersebut. Dan dari hasil pengamatan tersebut tim menyimpulkan galaksi ini mengandung sejumlah besar unsur r-proses (istilah yang digunakan untuk menyebut unsur - unsur berat dan berharga seperti emas, perak, uranium atau bahkan platinum).

    Hasil pengamatan tersebut dikuatkan oleh fisikawan Hans Suess dan Harold Uret pada tahun 1957 yang menunjukan beberapa jenis neutron dapat membentuk unsur - unsur tersebut. Tim juga menyebutkan bahwa di alam semesta ini ada suatu tempat yang dapat membentuk unsur - unsur tersebut karena memiliki kondisi lingkungan yang ekstrem.

    Berdasarkan penelitian dan pengamatan tersebut para ilmuwan dan peneliti juga memberikan suatu hipotesis yang masuk akal yaitu ledakan bintang raksasa dan gabungan dari neutron bintang - bintang yang ada di alam semestalah yang membentuk unsur tersebut. Hipotesis tersebut merupakan skenario yang paling mungkin menjadi teori yang bisa diajukan untuk pembentukan unsur r-proses, namun mereka belum memiliki bukti sehingga terbentuknya unsur tersebut masih menjadi misteri.

    Dalam jurnal Nature yang mempublikasikan hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa hipotesis Suess dan Urey mungkin benar karena neutron yang terbentuk dari penggabungan bintang mungkin menjadi sebab asal usul dari terbentuknya unsur - unsur berharga di alam semesta. Hal tersebut diungkapkan oleh Enrico Ramirez-Ruiz, dari Universitas California yang meskipun tidak terlibat dalam penelitian tersebut namun ia ikut dalam diskusi panel tentang penelitian ini.

    Namun yang masih menjadi misteri selanjutnya adalah bagaimana semua unsur logam tersebut setelah terbentuk dan akhirnya ada dalam perut bumi. Namun tim juga mempunyai hipotesis tentang hal tersebut yang menyebutkan saat ledakan bintang pada galaksi kerdil tersebut membuat unsur logam tersebut tertanam pada asteroid yang kemudian diangkut ke bumi.
     
Loading...

Share This Page