Solarlite Siap Meluncur, Ini Tanggapan Suzuki Dan Mitsubishi

Discussion in 'Otomotif' started by vira, Mar 11, 2016.

  1. vira

    vira Member

    Joined:
    Oct 6, 2013
    Messages:
    156
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    [​IMG]

    Setelah pertalite, kini PT. Pertamina Persero memiliki rencana untuk mengeluarkan jenis bahan bakar baru khusus utuk kendaraan bermesin diesel bernama Solarlite. Wacana tersebut mendapat respon beragam mulai dari masyarakat, pengamat dan tentunya kalangan pelaku industri khususnya industri kendaraan bermotor yang dianggap akan paling mendapat dampak maupun benefit jika wacana tersebut jadi direalisasikan.

    Salah satu raksasa industri otomotif di tanah air, PT. Kramayudha Tiga Berlian yang merupakan ATPM dari Mitsubishi. Diwakili oleh salah seorang petingginya, Budiarto selaku Head MMC Technical Services KTB, produsen mobil Pajero itu menyambut baik rencana kehadiran Solarlite, menurut Budiarto, spesifikasi mobil Mitsubishi tidak masalah dengan jenis solar yang ada selama ini, namun dengan adanya Solarlite yang diklaim memiliki kualitas lebih tinggi dibanding solar bersubsidi tentu tenaga serta emisi akan lebih bagus.

    Mitsubishi memang dikenal memiliki banyak produk yang menggunakan mesin disel diantaranya mobil penumpang Pajero Diesel yang cukup diminati oleh konsumen tanah air terutama kalangan penggemar kendaraan bergenre SUV sampai dengan jenis kendaraan angkutan besar seperti Truk Mitsubishi Fuso hingga jenis traktor dan alat berat.

    Meski demikian pihak KTB sedikit menyoroti tentang pasar dari Solarlite ini nantinya, bahan bakar jenis baru ini mungkin tidak akan terlalu dilirik oleh kalangan pelaku industri, meski memiliki grade lebih tinggi, namun hitungan ekonomis akan lebih menentukan, selisih harga 500 Rupiah saja akan menjadi pertimbangan bagi para pemilik truk atau mesin industri.

    Untuk segmen mobil penumpang, kehadiran Solarlite ini bisa jadi merupakan alternatif baru dari dua jenis BBM solar yang ditawarkan Pertamina saat ini yakni solar bersubsidi serta Pertamina Dex. Sebagai informasi, Solarlite disebut memiliki kadar Cetane sebesar 51, lebih tinggi dari Bio Solar yang bercetane 48 dan setingkat dibawah Pertadex yang memiliki kandungan Cetane 54, namun dari segi harga, Solarlite tentu lebih murah dibanding Pertadex.

    Sementara dari pihak Suzuki Indomobil Sales keluar tanggapan yang sedikit berbeda, Managing Director 4W SIS, Davy J Tulian, mengatakan hadirnya Solarlite akan membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian terhadap beberapa strategi penjualan, pasalnya hingga kini aturan resmi mengenai Solarlite belum juga keluar dari Pemerintah.

    Aturan yang ditunggu oleh Suzuki, dan kemungkinan hampir seluruh pelaku industri otomotif lainnya itu tentunya yang menyangkut masalah harga eceran dari Solarlite itu kelak, karena masalah harga masih menjadi isu sensitif di tengah masyarakat dan jelas menjadi perhatian serius para APM karena menjadi acuan penting untuk menentukan segmentasi dari kendaraan yang dikeluarkannya.

    Meski demikian, Davy menyatakan bakal hadirnya bahan bakar diesel baru yang memiliki grade lebih baik ini membuat pihaknya lebih serius mempertimbangkan kehadiran Ertiga bermesin diesel. Sebelumnya SIS memang menunda kehadiran Suzuki Ertiga Diesel karena menganggap kualitas solar subsidi yang ada selama ini belum memadai dengan spesifikasi yang diusung Ertiga, sementara untuk jenis non subsidi harganya masih belum masuk.

    Peluncuran Solarlite Terkendala Kontroversi Merek Dagang

    Sementara Pertamina sendiri masih melakukan study mengenai Solarlite ini termasuk untuk menentukan harga jualnya kepada konsumen nantinya. Setelah melakukan uji lab, maka Pertamina mulai akan mendaftarkan menu barunya tersebut ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

    Untuk masalah formula harga sendiri, Pertamina merasa tak wajib untuk membukanya, perusahaan pelat merah ini beralasan bila Solarlite bukan termasuk bahan bakar bersubsidi. Namun yang jelas harganya akan berada ditengah antara solar biasa dengan Pertamina Dex yang artinya diantara 5.650 (solar subsidi) dan Pertadex yang saat ini dijual seharga antara 8300 – 10.400 tergantung wilayah pemasarannya.

    Pertamina menargetkan Solarlite sudah mulai bisa dijual pada masyarakat sekitar semester II tahun 2016, namun masih ada satu kendala lagi yakni mengenai merek dagang. Ternyata merek Solarlite selama ini sudah digunakan terlebih dahulu untuk sebuah produk atap , untuk itu kemungkinan besar perusahaan dengan logo panah hijau merah biru itu akan mencari alternatif nama barus elain Solarlite agar tida ada kontroversi atau bahkan perkara hukum seputar merek dagang di kemudian hari.
     
  2. kusumarga

    kusumarga Member

    Joined:
    Jul 7, 2015
    Messages:
    766
    Likes Received:
    78
    Trophy Points:
    28
    lagian kenapa namanya harus solar? kan solar itu berarti juga matahari.. :D
    jadi pertalar aja, P semua produknya ..haha
     
  3. vira

    vira Member

    Joined:
    Oct 6, 2013
    Messages:
    156
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    betul juga, biar unik dan beda sama negara" lain yah... mudah"an pertamina denger tuh usul om @kusumarga :D
     
  4. rakiwen

    rakiwen Member

    Joined:
    Feb 11, 2016
    Messages:
    581
    Likes Received:
    47
    Trophy Points:
    28
    Apa aja lah, yang penting jangan sanpai kekurangan...
     
  5. masdoni

    masdoni Member

    Joined:
    Mar 11, 2016
    Messages:
    167
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    18
    terserah mau dikasih nama apa, yang terpenting harganya tidak mahal
     
Loading...

Share This Page