Produksi Sepatu Anjlok 20% Dampak Dari Lonjakan Covid-19 di Kudus

Discussion in 'General Business' started by Kukuh Ferlanda, Jun 15, 2021.

  1. Kukuh Ferlanda

    Kukuh Ferlanda New Member

    Joined:
    Nov 5, 2019
    Messages:
    62
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    [​IMG]

    Bisnis, JAKARTA
    — Pabrikan alas kaki di Jawa Tengah mulai menurunkan produksi, seiring dengan naiknya kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus yang berdekatan dengan kawasan sentra produksi.

    Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan penurunan aktivitas produksi mencapai 20% dalam beberapa hari terakhir sebagai imbas dari meningkatnya jumlah pekerja yang mengajukan izin.

    “Karena peningkatan Covid-19, pabrik di sekitar Kudus seperti di Rembang, Pati dan Jepara mengalami penurunan produktivitas sampai 20%. Banyak pekerja yang tidak bisa bekerja karena isolasi mandiri dan terjangkit Covid-19,” kata Firman, Senin (14/6/2021).

    Firman menyebutkan tingkat absensi berada di kisaran 18%—20%. Secara total, jumlah pekerja di industri produsen sepatu di wilayah tersebut mencapai 50.000 orang.

    “Penurunan produktivitas pastinya mengganggu, meski secara nasional masih bisa teratasi. Kita punya dua basis produksi yakni di Banten dan di Jawa Tengah,” katanya.

    Baca : Sepanjang 2020, Kinerja Hulu & Hilir Pertamina Terseret Pandemi

    Demi menghindari dampak yang lebih luas, Firman mengharapkan pemerintah dapat mempercepat vaksinasi pekerja di industri persepatuan. Dengan demikian, aktivitas produksi dapat tetap mengimbangi permintaan yang datang. Firman mengemukakan industri persepatuan sejatinya menjadi prioritas program vaksinasi pemerintah, tetapi sejauh ini belum seluruh pekerja memperoleh vaksin.

    “Demi mencegah penyebaran yang lebih parah, untuk industri padat karya yang dekat dengan episentrum peningkatan Covid-19 kami harap ada prioritas vaksin,” ujarnya.

    Terlepas dari situasi ini, Firman belum bisa memperkirakan apakah penurunan produktivitas bisa berdampak pada aktivitas ekspor. Sebagaimana diketahui, pelaku industri mencatat adanya kenaikan ekspor alas kaki sebesar 9,9% selama kuartal I 2021. Mengutip pemberitaan Bisnis sebelumnya, Kabupaten Kudus menjadi wilayah dengan jumlah pasien dirawat tertinggi se-Jawa Tengah.

    Per 13 Juni 2021, terdapat 2.090 pasien yang dirawat dan korban jiwa telah mencapai 868 orang. Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 terbanyak secara kumulatif masih berada di Kota Semarang. Jumlah kasus terkonfirmasi dilaporkan mencapai 20.518 kasus.

    Kendati demikian, jumlah pasien sembuh di wilayah tersebut dilaporkan menjadi yang tertinggi, dengan angka kumulatif 17.642 pasien sembuh.

    Sumber : Bisnisindonesia.id
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,773
    Likes Received:
    126
    Trophy Points:
    63
    Dampaknya sampai kemana-mana
    terutama ke pertumbuhan ekonomi.
     
Loading...

Share This Page