Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja

Discussion in 'Health & Medical' started by Anisa Rahmawati, Dec 29, 2021.

  1. Anisa Rahmawati

    Anisa Rahmawati Member

    Joined:
    Sep 17, 2020
    Messages:
    21
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    [​IMG]

    Di Indonesia, pengetahuan kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Padahal kesehatan reproduksi remaja merupakan isu yang sangat penting dikomunikasikan dengan remaja mengingat maraknya kasus pelecehan sekual baik secara langsung maupun tidak langsung, kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi, perkawinan anak di bawah umur dan penyakit menular seksual.

    Menurut UNESCO, pendidikan kesehatan reproduksi adalah sebuah pendidikan yang dikembangkan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia, peka budaya dan komprehensif yang mencakup program yang memuat informasi ilmiah akurat, realistis dan tidak bersifat menghakimi.

    Mengapa pengetahuan kesehatan reproduksi harus ditanamkan sejak remaja?

    Masa remaja adalah masa yang tepat untuk membangun kebiasaan baik untuk mencegah perilaku yang melanggar norma agama dan masyarakat dan tentunya wawasan kesehatan reproduksi akan membantu remaja dalam menjaga aset dalam jangka panjang.

    Di zaman yang serba modern ini, remaja sangat mudah menerima informasi dan pengetahuan lain yang diperoleh dari internet. Informasi negatif yang tidak dicerna dengan baik dan ditiru oleh para remaja akan membentuk suatu kebiasaan negatif pula. Inilah alasan orang tua dan kerabat terdekat perlu mendampingi remaja untuk mendapatkan identitas diri yang positif.

    Berikut ini beberapa hal yang menjadi ancaman remaja dalam menggapai masa depan, Orang tua wajib memahami ini:

    1. Mencegah ancaman infeksi penyakit menular seksual seperti HIV
    2. Meningkatnya angka kelahiran di usia remaja
    3. Meningkatnya kasus aborsi dikalangan anak sekolah dan remaja

    Tips menjaga kesehatan reproduksi pada remaja

    1. Lakukan edukasi dengan bahasa se sederhana mungkin sesuai dengan usia dan kesiapan anak atau remaja
    2. Menggunakan handuk lembut dan kering saat membersihkan badan dan area organ reproduksi
    3. Menggunakan pakaian dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat
    4. Bagi perempuan dianjurkan membersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang untuk mencegah masuknya bakteri pada organ kewanitaan
    5. Bagi laki-laki dianjurkan untuk melakukan khitan atau sunat untuk mencegah resiko infeksi penyakit menular
     
Loading...

Share This Page