Pedoman Dalam Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar

Discussion in 'Education' started by Educamp Ganesha, Sep 8, 2015.

  1. Educamp Ganesha

    Educamp Ganesha Member

    Joined:
    Nov 26, 2014
    Messages:
    100
    Likes Received:
    24
    Trophy Points:
    18
    Ada beberapa pedoman dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar supaya dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan.

    Pertama, spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang bagaimana yang diinginkan sebagai hasi belajar mengajar yang dilakukan itu. Dengan kata lain, apa yang harus dijadikan sasaran dari kegiatan belajar mengajar tersebut. Sasaran ini harus dirumuskan secara jelas dan konkret sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Perubahan perilaku dan kepribadia yang bagaimana yang kita inginkan terjadi setelah siswa mengikuti suatu keigiatan belajar mengajar itu harus jelas, misalnya dari tidak bisa membaca berubah menjadi dapat membaca. Suatu kegiatan belajar mengajar tanpa sasaran yang jelas, berarti kegiata tersebut dilakukan tanpa arah atau tujuan yang pasti. Lebih jau suatu usaha atau kegiatan yang tidak punya arah atau tujua pasti, dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dan tidak tercapainya hasi yang diharapkan.

    Kedua, memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara kita memandang suatu persoalan, konsep, pengertian, dan teori apa yang kita gunakan dalam memecahka suatu kasus akan mempengaruhi hasilnya. Suatu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan berbeda, akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Norma-norma sosial seperti baik, benar, adil, dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda bahkan mungkin bertentangan kalau dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu. Pengertian-pengertian, konsep dan teori ekonomi tentang baik, benar, atau adik, tidak sama dengan baik, benar atau adil menurut konsep dan teori antropologi. Begitu juga halnya dengan cara pendekatan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran.

    Konsep belajar menurut teori asosiasi, tidak sama dengan konsep belajra menurut teori problem solving. Suatu topik tertentu dipelajari atau dibahas dengan cara menghafal akan brebeda hasilnya kalau dipelajari atau dibahas dengan teknik diskusi atau seminar.

    Ketiga, adalah memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode atau teknik penyajian untuk memotiviasi peserta didik/siswa agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, berbeda dnegan cara atau supaya siswa terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Perlu dipahami bahwa suatu metode mungkin hanya cocok dipakai untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi dengan sasaran yang berbeda hendaknya jangan menggunakan teknik penyajian yang sama.

    Keempat, menetapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilannya sudah dilakukan evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar lain. Apa yang arus dinilai dan bagaimana penilaian itu harus dilakukan termasuk kemampuan yang harus dimiliki oleh guru. Seorang siswa dapat dikategorikan sebagai murid yang berhasi bila dilihat dari berbagai segi. Hal itu bisa dilihat dari segi kerajinannya mengikuti tetap muka dengan guru, perilaku sehari-hari di sekolah, hasi ulangan, hubungan sosial, kepemimpinan, prestasi olahraga, keterampilan dan sebagainya atau dilihat dari berbagai aspek. Keempat dasar strategi tersebut merupakan sat kesatuan yang utuh antara dasar yang satu dengan dasar yang lain saling menopang dan tidak bisa dipisahkan.
     
    lasealwin likes this.
  2. lasealwin

    lasealwin Well-Known Member

    Joined:
    Aug 1, 2015
    Messages:
    1,877
    Likes Received:
    174
    Trophy Points:
    63
    Belajar itu harus dinamis....
    Jangan metodenya gitu-gitu aja.
    Teerimakasih
     
Loading...

Share This Page