Nasionalisme di perbatasan.

Discussion in 'Politik' started by muhrasta, Oct 29, 2013.

  1. muhrasta

    muhrasta New Member

    Joined:
    Sep 20, 2013
    Messages:
    51
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Siapa bilang masyarakat Papua tidak nasionalis? Ini adalah salah satu bukti bahwa di Papua masih ada rasa nasionalis terhadap Indonesia. Empat pemain sepak bola yang berasal dari Papua yang terus berjuang untuk membela TimNas U-23 dalam pesta bola. Kalau tidak ada rasa nasionalis, mereka tidak akan mau bergabung bersama TimNas untuk mengharumkan nama bangsa dalam ajang pesta olahraga. Bergabungnya para pemain sepak bola yang berasal dari Papua dengan TimNas tentu membuat masyarakat Papua merasa bangga dengan hal itu. Mereka merasa punya tempat dan kesempatan untuk berjuang bagi Indonesia.
    Selain mengikuti sepak bola, di Papua juga ada upacara bendera. Memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada hari Sumpah Pemuda lebih tepatnya. Inilah bukti lain bahwa di Papua masih memiliki nasionalisme. Mereka melaksanakan Upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Mereka melakukan upacara ini sebagai bukti bahwa mereka cinta dan bangga menjadi bagian dari NKRI.
    Perlu kita tahu, menjaga nasionalisme di daerah perbatasan itu sangat sulit. Penuh perjuangan. Lebih lagi, kalau ada negara lain yang menjajikan sebuah kemerdekaan dan kehidupan yang lebih baik di banding negaranya sendiri. Tidak menutup kemungkinan maysrakat Papua melakukannya. Tapi, bukti foto di atas menunjukkan bahwa Papua masih memiliki nasionalis.
    Tidak ada yang perlu kita khawatirkan dengan nasionalisme di Papua karena mereka sudah bisa membuktikan bahwa mereka memilikinya. Selanjutnya yang harus pemerintah lakukan adalah pembangunan perekonomian dan pendidikan. Biarkan generasi muda Papua mengenyam pendidikan. Tidak bisa di tutupi lagi, Papua punya kekayaan alam yang melimpah. Banyak negara yang menginginkannya dan berusaha menanamkan saham disana. Kalau generasi mudanya tidak sekolah, mereka pasti gampang dibodoh-bodohi pemegang saham dan akhirnya kekayaan alam Papua habis terkuras olah penanam saham yang rakus.
     
Loading...

Share This Page