Kelemahan Suzuki Ignis Yang Wajib Diketahui Calon Pembeli

Discussion in 'Otomotif' started by andikasa, Jan 10, 2022.

  1. andikasa

    andikasa Member

    Joined:
    Nov 27, 2020
    Messages:
    155
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    Suzuki Ignis resmi meluncurkan di Jakarta pada bulan April tahun 2017, di mana mobil ini sebelumnya diperkenalkan di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada tahun 2016. Mobil perkotaan ini pada dasarnya adalah hatchback, namun Suzuki lebih suka menyapanya dengan sebutan urban SUV. Sapaan tersebut sah-sah saja, tetapi sebagian orang punya pendapat lain. Melihat desainnya yang terbilang unik, akan lebih cocok menyebut Ignis sebagai mini crossover. Pada tahun 2017 Suzuki Ignis dijual dari harga Rp. 174 sampai Rp. 203 juta, dan menjadi salah satu model SUV atau mini crossover dengan harga jual cukup terjangkau di Tanah Air. Suzuki Ignis yang dibawa dalam bentuk utuh atau Completely Build Up (CBU) dari India ini telah dibekai dengan sejumlah fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna khususnya kaum muda.

    [​IMG]

    Pada tahun 2020 Suzuki Indonesia meluncurkan Suzuki Ignis facelift atau perubahan minor pada sisi eksterior. Suzuki Ignis facelift 2020 terbaru ini memiliki ubahan paling jelas terlihat pada bumper depan yang kini makin sporty dengan aksen silver dan guard diffuser berwarna silver. Bezel foglamp juga makin sporty karena bentuknya lebih besar dari Ignis sebelum facelift.

    [​IMG]

    Kelemahan Suzuki Ignis menjadi salah satu topik yang sering dibahas oleh calon pembeli. Umumnya mereka mencari kelemahan terlebih dahulu ketimbang kelebihannya. Sebagai panduan sekaligus gambaran, berikut ini penjelasan singkat mengenai kelemahan Suzuki Ignis yang wajib diketahui calon pembeli:

    1. Desain bukan selera semua orang.

    Kelemahan Suzuki Ignis yang pertama adalah soal desain. Sebagian orang menilai mobil ini punya desain yang aneh. Mungkin saja, mereka sudah terbiasa melihat mobil dengan tampilan yang itu-itu saja. Tetapi di satu sisi tidak sedikit pula yang memuji desain luarnya. Apalagi Suzuki menawarkan mobil ini dengan paduan dua warna yang kontras, sehingga membuatnya terlihat keren.

    2. Performa Mesin Kurang Jos.

    Performa mesin yang kurang menggigit menjadi kelemahan Suzuki Ignis. Banyak pemilik mobil Ignis mengaku kecewa dengan performa mesinnya. Walaupun memakai mesin besin 1.197 cc, tapi tenaga yang dihasilkan cukup kecil. Di atas kertas, mesin ini hanya mampu mengeluarkan tenaga 83 hp dengan torsi 113 Nm. Tenaga yang dikeluarkan jelas kalah jika dibandingkan dengan beberapa mobil di kelasnya. Hal ini bisa dimaklumi karena mobil yang masuk kategori city car tidak terlalu mengedepankan performa, melainkan lebih mengutamakan efisiensi konsumsi bahan bakar.

    3. Transmisi Otomatis AGS Aneh.

    Suzuki Ignis yang dipasarkan di Indonesia ditawarkan dalam dua pilihan transmisi, yaitu manual dan Automatic Gear Shift (AGS). Sayangnya, banyak orang yang mengganggap transmisi AGS ini punya karakter yang sangat aneh. Transmisi AGS menggunakan kopling kering mirip seperti transmisi manual. Hanya saja saat perindahan gigi pengemudi tidak perlu menginjak pedal kopling. Hal inilah yang menjadi kekurangan utama dari transmisi AGS di Suzuki Ignis. Karakter perpindahan giginya cukup menyentak dan lama untuk berpindah. Terutama dari gigi 1 menuju gigi 2 pada mode manual, akibatnya pengendara mobil bisa merasakan gejala kehilangan tenaga saat menurunkan atau menaikkan gigi. Hal ini dikarenakan transmisi AGS punya proses pemindahan gigi yang lambat.

    4. Suspensi Agak Keras.

    Karakter suspensi belakang yang agak keras jadi kelemahan Suzuki Ignis. Sebagai city car, suspensi Ignis termasuk cukup keras. Saat menghantam lubang atau melewati speed trap seperti polisi tidur, bantingan Ignis di bagian belakang terasa keras, karena ground clearance-nya cukup tinggi. Bila dibandingkan dengan city car di kelasnya, suspensi belakang Ignis jadi titik lemah. Namun hal ini masih bisa ditolerir.

    5. Head Unit Terpisah.

    [​IMG]

    Kelemahan lain dari Suzuki Ignis menurut kami adalah head unit yang dibuat terpisah. Modelnya dibuat seperti floating di bagian tengah. Penempatan inilah yang membuat estetika di bagian dasbor Ignis menjadi berkurang elegan. Mungkin jika dibuat sejajar dengan dasbor akan tampak lebih manis dan bagus. Penempatan head unit dengan konsep terpisah menjadi hal yang kurang sedap buat kami saat memasuki kabin Suzuki Ignis. Padahal, head unit yang digunakan sebenarnya sudah lumayan oke di kelasnya.

    6. Setir Terlalu Ringan.

    Kelemahan terakhir Suzuki Ignis adalah handlingnya yang agak payah. Bisa dibilang putaran elektronik power steeringnya benar-benar sangat ringan. Akibatnya, putaran setir jadi terasa cukup hampa. Akan tetapi radius putar di angka 4,7 meter bisa menutup kelemahannya. Meskipun demikian setir yang ringan bisa dianggap sebagai kelebihan bagi sebagian orang.
     
Loading...

Share This Page