Jenis Jenis Tes Darah

Discussion in 'Health & Medical' started by crewjvm, Feb 1, 2018.

  1. crewjvm

    crewjvm Member

    Joined:
    Sep 15, 2015
    Messages:
    94
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Jenis Jenis Tes Darah - Tes darah merupakan pengujian darah yang dilakukan di sebuah laboratorium. Dalam dunia medis tes darah merupakan hal yang umum dilakukan, tes ini dilakukan untuk beberapa tujuan seperti :

    • Menilai keadaan kesehatan seseorang

    • Menguji apakah seseorang terinfeksi bakteri atau virus

    • Mengetahui kinerja organ - organ dalam tubuh seperti hati dan ginjal

    Dalam tubuh kita sendiri, darah mempunyai fungsi penting yaitu mengangkut oksigen ke organ-organ tubuh, otot dan jaringan serta menghilangkan karbon dioksida. Kandungan zat dalam darah pada tubuh kita berbeda - beda, sekitar 40% dari volume darah terdiri dari sel-sel darah dimana ada tiga jenis sel darah, yaitu :

    • Sel darah merah : sel ini bertugas untuk membawa oksigen dari paru - paru dan mengangkutnya ke seluruh tubuh

    • Sel darah putih : sel ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk menjaga tubuh dari berbagai jenis infeksi

    • Trombosit : trombosit merupakan sel yang membantu pembekuan darah ketika terjadi luka pada tubuh kita
    Sedangkan 60% sisanya adalah plasma yang terdiri dari air, tetapi juga mengandung protein dan kimia, seperti hormon, glukosa dan garam.


    Lalu apa saja jenis tes darah yang dapat dilakukan untuk tujuan yang telah disebutkan di atas? berikut adalah jenis tes darah :


    Tes darah lengkap


    Tes ini merupakan tes yang paling banyak dilakukan karena digunakan untuk menilai keadaan kesehatan seseorang dan untuk melihat kondisi tertentu, seperti anemia. Tes ini membutuhkan sedikit saja sampel darah dari orang yang akan diuji.


    Sampel darah ini akan diuji dan hasil pengujian ini akan diteliti terlebih dahulu. Hasil yang didapat bisa menjadi indikator seperti :

    • Rendahnya jumlah sel darah merah dapat disebabkan karena anemia (kekurangan zat besi), hal ini dapat disebabkan karena perdarahan internal atau pola makan yang buruk

    • Tingginya jumlah sel darah merah yang mungkin karena masalah paru - paru yang mendasarinya atau penyakit ginjal

    • Jumlah sel darah putih yang rendah mungkin disebabkan masalah dengan sumsum tulang, seperti infeksi virus sumsum tulang atau kanker sumsum tulang, seperti leukemia

    • Dan masih banyak lagi yang dapat kita konsultasikan kepada dokter atau tenaga medis lainnya

    Tes elektrolit


    Untuk mengukur kadar elektrolit dalam darah seseorang biasanya dilakukan tes elektrolit darah. Tes ini sering disebut juga sebagai keseimbangan elektrolit dalam darah. Elektrolit sendiri merupakan mineral yang ditemukan dalam tubuh yang memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu :

    • Membantu untuk memindahkan nutrisi ke dalam sel

    • Membantu untuk menjaga keseimbangan air yang sehat dalam tubuh kita

    • Membantu menstabilkan kadar asam dan alkali dalam tubuh kita

    Ada tiga elektrolit utama yang bisa diuji dalam tes ini yaitu :

    • Sodium

    • Kalium

    • Khlorida

    Tes gula darah


    Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terkena diabetes dan juga memantau kesehatan seseorang yang terkena diabetes. Orang yang terkena diabetes disebabkan karena tidak terdapat cukup insulin dalam tubuh atau karena insulin tidak bekerja dengan cara yang benar. Insulin sendiri merupakan hormon yang digunakan tubuh guna merubah glukosa (gula) menjadi energi. Oleh karena itu orang yang terkena diabetes pasti memiliki kadar glukosa yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit ginjal atau kerusakan saraf juga dapat terjadi.


    Uji Elisa


    Enzim-linked immunosorbent assay (ELISA) bisa digunakan untuk menguji apakah seseorang terjangkit virus seperti HIV, atau alergi tertentu, seperti alergi kacang. Sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi spesifik ketika kita terjangkit virus atau infeksi bakteri atau bila kita mengembangkan alergi sendiri. Tes ini melibatkan pengambilan sampel darah kecil untuk selanjutnya diperiksa guna mengetahui apakah dalam darah kita mengandung antibodi yang terkait.


    Tes gas darah


    Tes gas darah digunakan untuk memeriksa 2 hal yaitu :

    • Keseimbangan antara oksigen dan karbon dioksida dalam darah

    • Keseimbangan antara asam dan alkali dalam darah

    Ketidakseimbangan dalam salah satu dari bisa saja berakibat seperti :

    • Masalah dalam sistem pernafasan

    • Masalah dengan metabolisme (reaksi kimia yang digunakan oleh tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi)

    Tes gen


    Tes gen biasa dilakukan saat ahli kesehatan menduga bahwa mutasi genetik tertentu mungkin menyebabkan seseorang mengalami penyakit langka. Tes ini meliputi ekstraksi sampel DNA dari darah untuk mencari sampel mutasi genetik yang dicurigai.


    Tes ini dilakukan dengan mengambil sebagian kecil sampel darah seseorang yang kemudian akan diekstraksi menggunakan sebuah alat yang bernama Spektrofotometer. Hasil ekstraksi ini kemudian akan dianalisa oleh dokter.


    Kondisi genetik yang bisa didiagnosis dengan tes ini yaitu :

    • Hemofilia : suatu kondisi yang mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku saat terjadi luka pada tubuh kita

    • Cystic fibrosis : suatu kondisi yang menyebabkan penumpukan lendir lengket di paru - paru, hal ini tentu akan menganggu pernafasan kita

    • Anemia sel sabit : suatu kondisi yang menyebabkan kekurangan sel darah merah yang normal

    • Penyakit ginjal polikistik : suatu kondisi yang menyebabkan berkembangnya kista dalam organ ginjal

    Tes kromosom


    Tes kromosom dikenal juga dengan karyotyping yaitu tes yang lebih umum dari pada tes gen. Tes ini biasa digunakan ketika ahli kesehatan menduga bahwa gejala seseorang dapat disebabkan oleh masalah dalam gen tertentu namun mereka tidak tahu pasti mana gen yang menyebabkan hal tersebut. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dan memeriksa salah satu sel darah di bawah mikroskop.


    Tes golongan darah


    Tes ini dilakukan untuk menentukan jenis golongan darah dimana hal ini ditentukan oleh dua protein khusus. Protein ini dikenal sebagai antigen yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Antigen pertama, yang ditemukan adalah antigen ABO dimana terdapat dalam empat jenis, yaitu :

    - A

    - B

    - AB

    - O


    Antigen kedua yaitu antigen Rhesus dimana terdapat dalam dua jenis:

    - Rhesus positif

    - Rhesus negatif


    Tes kolesterol darah


    Kolesterol merupakan zat lemak yang dikenal juga dengan lipid. Zat lemak ini dibuat dalam organ hati dari makanan berlemak dalam makanan kita dan sangat penting untuk menjaga kenormalan tubuh kita. Kadar lipid yang terlalu tinggi dalam darah (hiperlipidemia) bisa menimbulkan efek serius pada kesehatan tubuh karena akan sangat beresiko terkena serangan jantung atau stroke. Tes ini dilakukan bila kita memiliki satu atau lebih faktor risiko yang meningkatkan kesempatan kita terserang penyakit kardiovaskular.


    Tes fungsi hati


    Tes fungsi hati adalah jenis tes darah yang digunakan untuk membantu mendiagnosa kondisi hati apakah terkena penyakit seperti :

    • Hepatitis (infeksi hati)

    • Sirosis (parut pada hati)

    • Penyakit hati alkoholik (kerusakan hati dan hilangnya fungsi yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan)

    Demikian adalah jenis - jenis tes darah yang dapat kita lakukan, tentu karena pentingnya fungsi darah ini kita harus lebih baik dalam menjaga kesehatan kita. Kita harus dapat menjaga pola makan dan pola hidup kita karena kesehatan mahal harganya bila kita kehilangan nikmat tersebut.
     
Loading...

Share This Page