Jadi Pengusaha? Sudah Siap?

Discussion in 'Usaha Kecil Menengah' started by Dewanstudio, Feb 29, 2016.

  1. Dewanstudio

    Dewanstudio Member

    Joined:
    Aug 21, 2015
    Messages:
    30
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Pernahkah Anda merasa lelah menjalankan usaha Anda? Pernahkah Anda merasa jauh dari kesuksesan? Mengapa Saya tidak bisa seperti pengusaha Aatau B padahal Saya sudah mengikuti cara dan langkah yang mereka lakukan? Mengapa susah sekali menjalankan bisnis ini? Mengapa…….? Seandainya…..? dan banyak pertanyaan yang pasti pernah terbersit di benak para pengusaha.

    Iya…menjadi seorang wirausaha tidak seperti membalikkan telapak tangan. Mungkin diawal sepertinya enak dan menjanjikan, bagaimana tidak? Kita bisa fleksibel mengatur waktu , kita bisa membuat target sesuai yang kita inginkan. Tidak ada lagi atasan yang mengatur dan memberikan target yang kita tidak bisa. Tidak harus pagi-pagi bermacet karena harus ke kantor, tidak ada lagi lembur yang uang kompensasinya tidak seberapa. Enak ya jadi pengusaha?

    Well ..apabila hanya itu yang dijadikan penyebab Anda berwirausaha maka siap-siap Anda akan terkejut dan menyerah ditengah jalan.

    Begitu Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan Anda dan memutuskan untuk bisnis , saat itu perjuangan Anda baru dimulai.

    Saya jadi ingat dengan beberapa karyawan Saya yang mengajukan surat resign dengan alasan mau usaha sendiri. Biasanya yang pertama mereka lakukan adalah posting di social media atau skype dengan status “Freedom”. Mungkin di mind set mereka seperti yang Saya tulis diatas. Mereka bebas dari jam kantor , mereka bebas dari tuntutan atasan yang mengharapkan kinerja yang perfect dengan gaji yang tidak sesuai. Namun sayangnya tidak diikuti dengan kesiapan mental, attitude dan profesional. Mengapa Saya bisa menilai demikian? Karena Saya pernah seperti itu..:)

    Mempunyai pengalaman dari tahun 2001-2005 sebagai karyawan dan freelance, 5 tahun sebagai single bisnis owner dan 3 tahun perusahaan Saya mendapat investasi stakeholder yang mempercayai bisnis Saya sehingga total sebagai wirausaha selama 14 tahun membuat Saya percaya diri mengangkat tema ini.

    Menurut pengalaman Saya hampir semua wirausaha awalnya adalah seorang karyawan , yang membedakan sukses tidaknya mereka adalah pada saat mereka menjadi karyawan. Mengapa demikian? Mental seorang pengusaha tidak bisa dibentuk hanya dalam hitungan minggu dan bulan, akan tetapi hitungan bertahun-tahun. Bahkan pebisnis yang meneruskan usaha orangtuanya pasti sudah dikenalkan dan dibentuk mental usaha sejak awal.

    Pada saat masih berkerja dengan orang lain, tidak semua karyawan mampu memberikan kontribusi terbaik. Mereka hanya berkerja memenuhi kuota dari di jam nine to five only, dan mereka tidak mau membina networking diluar kantor dan paling sering apabila dituntut oleh perusahaan untuk belajar diluar kantor susah sekali mereka lakukan atau ketika mereka resign meninggalkan bad reputasi di perusahaan. Padahal hal hal tersebut dibutuhkan saat menjadi seorang wirausaha. Karena seorang wirausaha harus siap kerja 12 jam sehari, membina networking seluas-luasnya, selalu belajar mengembangkan kemampuan diri atau mengembangkan perusahaan, membina hubungan baik dan menjaga reputasi diri sebaik-baiknya.

    Banyak karyawan saya yang resign dan ingin berwirausaha akan tetapi putus ditengah jalan dikarenakan hal –hal diatas dan tidak mampu membina hubungan baik dengan bekas tempat dia bekerja. Hanya 1 – 2 orang yang ketika sebagai karyawan berkontribusi sebaik-baiknya dan menjaga komitmen dan hubungan yang mampu bertahan sebagai wirausaha sampai saat ini.

    [​IMG]
    Memang menjadi wirausaha adalah never ending perjuangan dan pengorbanan tetapi apabila itu memang menjadi passion dan visi kita seharusnya kita tidak gampang menyerah. Oleh karena itu perbanyak relasi dan networking, sering-sering sharing , belajar dan berbagi pengalaman karena hal-hal itu bisa menjadi infus buat memberikan kesegaran, memotivasi dan memberikan ide-ide baru untuk usaha kita. Dan yang paling penting, terkadang kita salah atau mengecewakan pelanggan…lari dari masalah adalah Big No No. Apapun masalah dan komplian pelanggan , harus kita hadapi. Apabila kesalahan di kita , kita harus mampu memperbaiki dan meluruskan permasalahan. Karena percaya deh, apabila kita lari dari masalah maka suatu saat akan menjadi bumerang buat usaha kita, dan itu bisa datang kapan saja.

    Nah bagaimana kalo kita merasa sudah komitmen, jujur, tanggung jawab, sudah punya koneksi yang luas namun mengapa belum sukses saja? Apabila demikian masalahnya hanya tinggal kesabaran, ikhlas dan berserah diri kepada Tuhan. Karena definis sukses tidak selalu dengan harta yang yang berlimpah, jalan-jalan keluar negeri dan kenikmatan lainnya. Terkadang definisi sukses adalah kita mampu membuka lapangan kerja walau sedikit buat orang lain buat, kita membagi ilmu dan senang apabila karyawan kita maju atau sukses bagi kita saat mempunyai waktu buat keluarga .

    So be a good enterpreneur dan define your own success.Apa makna sukses menurutmu?


    Denni Irawan

    CEO Dewanstudio
     
  2. Tejo Utomo

    Tejo Utomo New Member

    Joined:
    Feb 29, 2016
    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Bagaimana kita memulai sebuah usaha?
    Status masih menjadi karyawan di perusahaan swasta yang menuntut kerja kerja menjadi faktor kesulitan tersendiri.
    Ketika kita mau menjadi seorang enterpreneur kita harus fokus dan itu yang tidak bisa saya lakukan. akhirnya apa yang selama ini saya coba untuk membuat sebuah bisnis mengalami kegagalan.

    Kalau agan punya tips tolong di bagikan
     
  3. Muhammad Herdiansyah

    Muhammad Herdiansyah Member

    Joined:
    Dec 24, 2015
    Messages:
    89
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Google+:
    Lalu bagaimana cara untuk membentuk mental untuk menjadi seorang enterpreneur ?
     
  4. Dewanstudio

    Dewanstudio Member

    Joined:
    Aug 21, 2015
    Messages:
    30
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    hallo @Tejo Utomo salam kenal...

    saya dulu seperti saudara, sempat freelance dan berkerja sebagai karyawan. kalo pengalaman saya seperti ini tips-nya
    1. Fokus
    memang benar intinya harus fokus apapun itu. walaupun sy punya 2 status tapi keduanya sy fokus. nah untuk itu saya cari pekerjaan yang tidak membutuhkan waktu dan energi saya berlebihan. karena diluar jam kerja energi saya harus cukup untuk side job saya.
    Susah memang, pastinya ada kendala tapi berusaha tidak tumpang tindih dan managemen waktu yang baik saat itu membantu saya dikedua pekerjaan ini

    2. Siap -siap berkerja keras
    Dengan 2 pekerjaan dan memakan energi tentunya rasa lelah dan stress bergantian datang. Stres adalah temannya pengusaha...heheh. Kalo pegawai khan stress hanya saat berkerja tp senyum-senyum pas gajian. Kalo pengusaha? Siapa yang gaji. Jadi harus mau berteman denga n stress dan bersahabat dengan kerja keras.


    3. Tetap profesional
    Dengan 2 pekerjaan sangat sulit bekerja maksimal, ..hanya sulit khan? Bukan artinya tidak bisa?
    Ini yang susah karena kadang-kadang jadi menyimpang hanya ke salah satu sisi. Saya selalu berusaha profesional dan komit dengan job sy waktu itu. sebagai freelance dan karyawan. sebagai freelance tentunya ada keterbatasan waktu untuk menjawab klient, hal itu harus disampaikan sejak awal, akan tetapi bukan berarti jadi alasan kita apabila mau mangkir. Menyadari kita kurang bisa proakftif ke klient (knr jam kerja masih sebagai karyawan) kita harus memberikan hasil kerja, ide dan konsep yang maksimal ke klient sehingga klien melihat saya bisa bekerja profesional. Selalu menjaga kualitas hasil kerja dan maksimal adalah kunci utama. Ditempat kerja pun harus demikian, bukan artinya jadi sering sakit, bolos dan malas.

    4. Selalu belajar dari kegagalan
    saya pernah gagal tahun 2007, terpaksa merumahkan semua staff saya. dan ternyata kegagalan itu karena manajemen yang rapuh dan tidak ada kontroling ke pekerjaan. Saya rumahkan , saya bikin lagi SOP dan saya bangkit lagi

    5. Selalu membina hubungan baik dengan siapapun, apalagi potensial klient. Sebagai pengusaha harus mempunyai networking seluas-luasnya, karena kita tidak pernah tau asal klient. Belajar dengan orang sukses, membina hubungan dengan komunitas yang potential bagi bisnis kita bisa membantu kita dalam mendapatkan peluang bisnis

    6. Dukungan keluarga
    ini yang terpenting, apalagi bila sudah berkeluarga. karena dalam kondisi susah, stress, bisnis gagal, bisnis gak jalan apabila ada keluarga yang bisa support akan memberikan motivasi moril buat kita

    7. Bersedekah.
    Sebagai pengusaha kita menggantungkan gaji bulanan kepada Tuhan. Dan karena saya muslim, saya percaya apabila kita membantu kesusahan sesama, maka Allah akan membantu kesusahan kita.



    Yaa itu sih yang saya lakukan. Tidak bermaksud menggurui...hanya berdasarkan pengalaman saya saja..:)
    apakah sy sukses? hehehe saya punya definis sukses sendiri. dan sampai saat ini hal2 diatas masih sy lakukan...)
    oo..iya saya lupa satu hal lagi..." Always do continous improvement", selalu belajar...belajar buat pengembangan diri dan bisnis Anda
     
  5. Dewanstudio

    Dewanstudio Member

    Joined:
    Aug 21, 2015
    Messages:
    30
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    hai @Muhammad Herdiansyah ... menurut saya mental entepreuneur adalah
    1. Siap bekerja keras
    2. Selalu meningkatkan kompetensi diri dan selalu belajar
    3. Membina networking seluas-luasnya
    4. Mau berteman dan bersahabat dengan stress dan kegagalan dan tau bagaimana mengatisipasinya
    5. Selalu merasa haus ilmu

    i'am still try to do those things also...:)
     
  6. Tejo Utomo

    Tejo Utomo New Member

    Joined:
    Feb 29, 2016
    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Terima kasih atas semua tips nya dan semua itu benar adanya.
    Saya memang sudah pernah merasakan semua itu. Waktu berlalu 1 tahun setelah saya rintis tapi hasilnya memang belum tampak atau bisa dibilang tidak cukup untuk menghidupi keluarga.

    Akhirnya kembali lagi ke dunia kerja sebagai karyawan dengan gaji bulanan yang alhamdulillah bisa digunakan untuk menghidupi keluarga. Sampai sekarang masih mencari peluang untuk menjadi seorang enterpreneur selagi masih menjadi karyawan dan ada penghasilan.

    Berusaha dan terus berusaha, Pantang berputus asa. :)
     
  7. Dewanstudio

    Dewanstudio Member

    Joined:
    Aug 21, 2015
    Messages:
    30
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    setuju...jadi pengusaha atau karyawan sama bagusnya ...tapi jangan setengah setengah. Prinsip sy : jadilah karyawan yang berkualitas, membawa manfaat buat perusahaan dan teman sekerjanya, karyawan yang diimpikan setiap perusahaan. Apabila jadi pengusaha jadilah perusaha yang bisa menjadi tempat menimba ilmu, menciptakan lapangan kerja dan bermanfaat buat orang lain juga. semua itu tidak selalu materi...tp insyaAllah materi akan datang dengan mindset kita seperti itu...:)

    yuuk berusaha terus...
     
    Emilyana likes this.
  8. Si Raja

    Si Raja Member

    Joined:
    Nov 24, 2015
    Messages:
    855
    Likes Received:
    70
    Trophy Points:
    28
    Amin mudahan bisa...
     
  9. barugratisan

    barugratisan Member

    Joined:
    Sep 5, 2014
    Messages:
    619
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    18
  10. muna dl

    muna dl Member

    Joined:
    Apr 17, 2015
    Messages:
    168
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    Apakah harus ada pengorbanan dalam memulai bisnis usaha..
     
  11. segaon

    segaon New Member

    Joined:
    Mar 10, 2016
    Messages:
    25
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Mantap pencerahannya kang, salam sukses :)
     
  12. dahir

    dahir Member

    Joined:
    Nov 2, 2014
    Messages:
    101
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    berani gak berani yang penting harus dicoba gan, yang paling penting itu basic pengetahuannya jika tahunya jualan bebek ya usaha jual bebek, jika tahunya tentang tenda harus dicoba buka usaha sewa tenda
     
  13. Dewanstudio

    Dewanstudio Member

    Joined:
    Aug 21, 2015
    Messages:
    30
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    @Emilyana : terus kapan tau kita akan siap? siap atau tidak hanya masalah mental. yang penting kita benar2 sudah membuat bisnis plan dan sudah memprediksi resiko2 yang mungkin terjadi dan berusaha meminimalisasi resiko itu. tapi setuju koq..butuh mental dan yang penting keberanian. Berani utk menghadapi kegagalan, berani untuk berjuang habis-habisan , berani untuk siap 24 jami mencurahkan waktu dan tenaga, berani utk selalu belajar.
    @barugratisan ; siip...kita sama-sama mendoakan yaaa...biar tetap semangat berjuang dan sukses
    @muna dl ; " apakah harus ada pengorbanan?" wah yg ini sulit tergantung takdir masing-masing ;). tapi kalo diawal usaha kita sudah siap mental dengan pengorbanan...insha Allah pengorbanan itu tidak akan terasa berat. karena kita percaya dengan " Mimpi dan Goal Kita". pengorbanan hanya batu kerikil yang menghadang.....
     
  14. Cules

    Cules Member

    Joined:
    Jul 24, 2016
    Messages:
    40
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    gagal itu biasa untuk yang mencoba sebagai pengusaha level pemula. Disitulah banyak sekali ilmu yang akan tergali, sehingga jika kita bisa lulus disitu, ya usaha akan lancar. Namun yang menjadi penyebab utama kegagalan adalah gagalnya fokus. Fokus itu simple namun rumit jika dijalankan. Karena ada berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi fokus kita. Keep spirit
     
  15. ahsol matkan

    ahsol matkan Member

    Joined:
    Sep 3, 2016
    Messages:
    41
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Ternyata ndak instan buat jadi bos ya Om. makasih Om ispirasinya,
     
  16. Karisma ardi

    Karisma ardi Member

    Joined:
    Sep 9, 2016
    Messages:
    63
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    8
    dari dulu saya pengen banget bisa berwiraswasta. semoga bisa terwujud. amiiin...
    terimakasih buat informasi nya
     
Loading...

Share This Page