Inilah Masalah Transjakarta dan Solusinya

Discussion in 'General Discussion' started by ludhy, Apr 16, 2015.

  1. ludhy

    ludhy Member

    Joined:
    Jan 7, 2015
    Messages:
    216
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Ilustrasi Busway terbakar

    INFONITAS.COM - Armada bus transportasi massal Transjakarta mendapat perhatian luas warga Jakarta ketika diluncurkan pada Januari 2004. Mereka rela antre panjang untuk menjajal bus itu. Bus ini pertama kali mengaspal di jalanan Jakarta persisnya pada Kamis, 15 Januari 2015. Sutiyoso selaku gubernur DKI Jakarta pada saat itu memimpin peresmian bus tersebut. Lokasi peresmian dilaksanakan di kawasan Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

    Tapi, setelah 11 tahun beroperasi melayani penumpang sejumlah masalah datang mengadang. Banyak masalah mendera selama pengoperasian bus Transjakarta ini mulai dari pelayanan, kondisi bus yang bobrok, ban bus copot saat membawa penumpang, sering tabrakan dan terbakar. Peristiwa bus terbakar dan menabrak orang hingga tewas serta copot ban bukan hanya terjadi sekali, tetapi beberapa kali.

    Akhirnya, antusiasme warga 11 tahun lalu kini makin lama makin memudar. Bus berjalur khusus yang diharapakan dapat mengatasi kemacetan dan memberikan layanan yang nyaman justru makin mengecewakan. Seolah dari tahun ke tahun tak menunjukkan adanya perbaikan pelayanan.

    Berikut ringkasan masalah Transjakarta:

    1. AC bus mati sehingga suasana di dalam bus pengap dan panas.
    2. Pintu darurat rusak dan tak bisa dikunci.
    3. Bus keluarkan suara berisik saat melaju, onderdilnya seperti mau lepas.
    4. Interior bus berkarat dan usang.
    5. Pintu bus tak bisa tertutup sempurna sehingga membahayakan penumpang.
    6. Sering mogok saat tengah melaju.
    7. Ada Transjakarta yang tak punya APAR dan palu pemecah kaca.
    8. Pegangan di bagian atas bus banyak yang jebol dan rusak.
    9. Kaca bus tiba-tiba pecah tanpa sebab
    10. Atap bus bocor saat hujan
    12. Banyak bus tua yang masih berlalu lalang di jalanan

    Baca Juga: Deudeuh Tewas, Indekos di Jakarta Didata

    Tawaran Solusi:
    1. Membeli armada baru untuk menggantikan bus yang rusak dan tak layak.
    2. Pengawasan perawatan oleh operator secara ketat.
    3. Bentuk anak usaha yang bekerja khusus untuk melakukan perawatan.
    4. Bentuk Bengkel TransJ profesional dengan teknisi yang terlatih.
    5. Bentuk perusahaan tandingan untuk mengelola Transj, sehingga setiap perusahaan bertanggungjawab di setiap koridor masing-masing terkait kebersihan, kenyamanan penumpang dan kelayakan bus.
    6. Manajemen perawatan bus diperbaiki jangan hanya fokus pada pengadaan.
    7. Sopir tanggung jawab atas bus yang dikendarainya dengan catatan biaya bukan tanggung jawab sopir.
    8. Gandeng perusahaan swasta untuk perawatan bus.
    9. Bus yang sudah tak layak tidak boleh jalan.
    10. Pengelola lebih galak kepada operator yang ‘bandel’.
    11. Rotasi bus yakni mengganti bus yang rusak tak boleh jalan, harus diperbaiki dulu. Setelah bagus baru bisa beroperasi kembali.
     
Loading...

Share This Page