Informasi dan Fakta Fogging Untuk Usir Serangga

Discussion in 'General Business' started by RyanNDI, Aug 31, 2020.

  1. RyanNDI

    RyanNDI Member

    Joined:
    Nov 23, 2017
    Messages:
    70
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    [​IMG]

    Perubahan iklim menjadi salah satu faktor bertambahnya kasus DBD di Indonesia. Wabah penyakit DBD sendiri merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi manusia. Masyarakat Indonesia pun selalu dibuat waspada dengan kehadiran wabah penyakit ini. Apalagi di masa pandemik Covid-19 seperti sekarang ini, wabah DBD sangat ditakuti dan tidak boleh diremehkan karena sama berbahayanya seperti virus corona. Berdasarkan catatan dari beberapa kasus orang-orang yang positif terinfeksi virus corona, banyak dari mereka yang awalnya terserang penyakit DBD terlebih dahulu. Oleh karena itu, banyak warga yang akhirnya melakukan fogging sebagai solusi mengurangi melonjaknya kasus DBD. Adapun fogging merupakan cara yang bisa dinilai ampuh untuk mengurangi wabah DBD. Berikut ini kami sudah merangkum beberapa fakta tentang fogging yang belum banyak ketahui oleh orang.

    Fakta Tentang Fogging

    Kenapa dilakukan fogging?

    Nyamuk Aedes agypti merupakan faktor utama penularan penyakit DBD. Nyamuk ini memiliki siklus hidup yang dapat bertahan di perkotaan maupun pedesaan. Walaupun bukan metode pencegahan utama, fogging bisa dibilang salah satu cara yang bisa dikatakan ampuh untuk membasmi nyamuk Aedes agypti ataupun jentiknya, yang akhirnya dapat membantu mengurangi angka kasus demam berdarah di Indonesia.

    Kapan dan di mana dilakukan fogging?

    Menurut kemenkes, kegiatan fogging dilakukan apabila saat ada laporan penderita DBD di suatu daerah yang masuk rumah sakit atau puskesmas. Kemudian, petugas akan melakukan epidemiologi di sekitar lingkungan penderita terlapor untuk mengetahui penderita DBD lainnya. Petugas juga akan memeriksa apakah ada jentik di tempat-tempat penampungan air, di dalam ataupun di luar rumah. Jika ditemukan 3 atau lebih orang penderita lainnya atau jentiknya, maka akan dilakukan serangkaian penggerakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD. Salah satunya dengan fogging.

    Apakah fogging berbahaya bagi manusia?
    Pada jangka waktu yang singkat dan tidak sering, fogging tidak akan memberikan efek negatif kepada manusia. Tapi, jikalau sering dilakukan, maka efek samping yang didapatkan dapat berupa gangguan saluran pernapasan dan kulit.

    Apa bahan yang digunakan fogging?

    Beberapa negara menggunakan bahan kimia insektisida saat fogging diantaranya, seperti pyrethroid, piperonylbutoxide(PBO), S-biollaterin, melathion, dll. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, jenis insektisida yang digunakan sesuai dengan anjuran dari Kemenkes adalah insektisida atau pestisida kimia dalam bentuk aerosol.

    Itulah beberapa fakta tentang fogging yang belum banyak ketahui oleh orang. Fogging sering dilakukan oleh masyarakat untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah karena cara ini bisa dikatakan cukup efektif. Agar fogging yang dilakukan dapat bekerja dengan efektif, maka diperlukan sebuah mesin fogging yang berkualitas disini.


    Sumber Lengkap
     
Loading...

Share This Page