Dua Puisi Chairil Anwar yang Sangat Terkenal di Indonesia

Discussion in 'Creative Art & Fine Art' started by Gizikita, Oct 11, 2016.

  1. Gizikita

    Gizikita New Member

    Joined:
    Mar 10, 2016
    Messages:
    5
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Siapa saja yang belum mengenal sama salah satu dari sekian banyak maestro puisi di negara Indonesia ini? Iya, pada kali ini kita akan membahas sosok pujangga Chairil Anwar serta gabungan puisi-syairnya yang sudah terkenal di Indonesia.

    Mungkin sebagian dari kita sudah tak asing lagi dengan Chairil Anwar serta syair-puisinya, apalagi sehabis munculnya dua film negeri terbaik yang pernah ada, yaitu Ada Apa Dengan Cinta (AADC) serta Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2), yang menghadirkan salah satu buatan sajak Chairil.

    Selain hal itu, aktor utama Rangga yang diperankan oleh aktor Nicholas Saputra ini memang diceritakan sebagai tokoh pemuda yang pintar untuk membuat kata menjadi puisi cinta yang indah dan romantis.
    Chairil Anwar adalah sosok ahli kesusastraan dan sosok penyair legendaris negeri Indonesia yang sudah menulis banyak sekali karya-karya sastra dalam bentuk sajak. Syair-syair yang diciptakan oleh Chairil Anwar selalu sukses menampilkan sajak-sajak yang indah sehingga tak heran karyanya masih terkenal hingga sekarang.

    [​IMG]

    Chairil Anwar sendiri dilahirkan pada tahun 26 Juli 1922 di kota Medan. Meskipun lahir di kota Medan tetapi Chairil Anwar di masa remajanya setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas pindah dan menetap di ibukota mengikuti ibundanya, Saleha, setelah bercerai dengan ayahnya, yang bernama Toeloes.

    Masa di Jakarta tersebut menjadi permulaan perkenalan Chairil muda dengan dunia kesusastraan. Jaman itu Chairil selalu membaca tulisan-tulisan dari para pengarang internasional ternama.

    Karya-karya dari H. Marsman, Edgar du Perron, J. Slaurhoff, dan Rainer M. Rilke telah menjadi santapannya setiap hari. Para author tersebut juga yang akan mempengaruhi karya-karyanya kelak.

    Pada awal tahun 1940an sosok Chairil mulai dikenal terutama di kalangan sastrawan. Karya-karya syair Chairil juga telah banyak beredar dan membuat namanya semakin terkenal di dunia kesusastraan.
    Ketika negeri Indonesia berada di jaman awal kemerdekaan pun Chairil membuat puisi-syair yang bertemakan tentang dukungannya terhadap kemerdekaan negara Indonesia.

    Puisi-syair seperti Krawang-Bekasi, Persetujuan dengan Soekarno, dan syairnya yang terkenal yaitu Aku menjadi salah satu saksi nyata dukungan dia atas kemerdekaan negara.

    Di bawah ini adalah salah dua puisi Chairil Anwar yang sudah sangat terkenal di masyarakat.

    [​IMG]

    AKU

    Kalau sampai waktuku

    ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

    tidak juga kau

    Tak perlu sedu sedan itu

    Aku ini binatang jalang

    Dari kumpulannya terbuang

    Biar peluru menembus kulitku

    Aku tetap meradang menerjang

    Luka dan bisa kubawa berlari

    Berlari

    Hingga hilang pedih peri

    Dan akan akan lebih tidak perduli

    Aku mau hidup seribu tahun lagi



    KARAWANG-BEKASI

    Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
    tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
    Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
    terbayang kami maju dan mendegap hati?



    Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
    Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
    Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
    Kenang, kenanglah kami.


    Kami sudah coba apa yang kami bisa
    Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa


    Kami cuma tulang-tulang berserakan
    Tapi adalah kepunyaanmu


    Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

    Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
    atau tidak untuk apa-apa,


    Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
    Kaulah sekarang yang berkata


    Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
    Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak


    Kenang, kenanglah kami
    Teruskan, teruskan jiwa kami
    Menjaga Bung Karno
    menjaga Bung Hatta
    menjaga Bung Sjahrir


    Kami sekarang mayat
    Berikan kami arti
    Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian


    Kenang, kenanglah kami
    yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
    Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
     
    Last edited: Oct 12, 2016
  2. Margareth

    Margareth Well-Known Member

    Joined:
    Nov 16, 2014
    Messages:
    1,077
    Likes Received:
    144
    Trophy Points:
    63
  3. Yuyutsu

    Yuyutsu Member

    Joined:
    Mar 22, 2015
    Messages:
    278
    Likes Received:
    31
    Trophy Points:
    28
    Spinnya lupa dipilih atau memang isi puisinya memang begitu :)
     
  4. Gizikita

    Gizikita New Member

    Joined:
    Mar 10, 2016
    Messages:
    5
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    *nangis2**nangis2**nangis2*
     
  5. Mia Zacky

    Mia Zacky New Member

    Joined:
    Nov 19, 2016
    Messages:
    10
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Sebenarnya ada banyak banget puisi dari Chairil Anwar yang bagus-bagus.
     
Loading...

Share This Page