Crowde Gagal Bayar? Simak Penjelasan Dari Sini

Discussion in 'Usaha Kecil Menengah' started by RyanNDI, Sep 15, 2021.

  1. RyanNDI

    RyanNDI Member

    Joined:
    Nov 23, 2017
    Messages:
    70
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Usaha pertanian dicap memiliki risiko tinggi, salah satunya adalah risiko gagal bayar. Risiko seperti ini juga pernah dialami petani yang menjalankan proyek permodalan. Penyebabnya, sih, ada banyak, seperti petani yang tiba-tiba kabur, faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen, sampai anjloknya harga jual sehingga besar profit tidak mencapai target. Ini yang kemudian menyebabkan gagal bayar ke pihak lender, dimana petani yang menjalankan usaha pertanian tersebut tidak mampu membayar kembali pokok pinjaman beserta bunganya. Atas peristiwa yang terjadi ini, kami ingin meminta maaf dan telah berupaya melakukan penyelesaian terbaik. Nah, kira-kira apa yang dilakukan untuk bisa mencapai win-win solution? Simak ulasannya di bawah, yuk!

    CROWDE gagal bayar, proses mediasi pun dilakukan bersama petani
    Selalu ada yang terjadi di luar rencana, termasuk juga pada proyek permodalan petani. Bila mitra petani kesulitan mengembalikan modal usaha milik lender, proses mediasi pun dilakukan dengan mendatangi mereka. Tim akan menemui mitra petani yang bersangkutan dan meminta penjelasan secara detail tentang masalah yang terjadi dan mencari tahu apa penyebabnya sampai pengembalian modal jadi terhambat.

    Umumnya, gagal bayar tersebut disebabkan oleh petani yang mengalami gagal panen, entah itu karena kesalahan dari pihak petani, terjadinya bencana alam, atau karena cuaca yang tidak mendukung dan memicu serangan hama pada tanaman budidaya mereka.

    [​IMG]

    Petani membuat surat pengakuan utang
    Setelah melakukan mediasi, tidak lupa kami juga mengeluarkan surat pengakuan utang yang harus disepakati oleh petani untuk bertanggung jawab melunasi pinjaman modal milik lender. Petani yang memiliki aset bisa berusaha menjual asetnya agar dapat melunasi pinjaman modal. Namun, bila petani tidak memiliki aset, petani wajib melakukan tanam ulang.

    Memberi kesempatan kedua dengan memegang kendali penuh
    Petani diminta untuk melakukan budidaya kembali menggunakan modal sendiri atau mendapat bantuan dari pihak crowde asalkan kami yang memegang kendali penuh atas proses budidaya ulang tersebut. Ini dilakukan agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi dan kami dapat langsung memantau perkembangan budidaya sampai berhasil panen. Proses pendampingan dipimpin langsung oleh para ahli di bidang pertanian agar hasil panen yang diperoleh sesuai target. Nah, agar proses budidaya juga cepat selesai dan mitra petani dapat segera memenuhi kewajibannya, mereka akan meminta bantuan petani lain di daerahnya untuk ikut bersama-sama melakukan budidaya ulang.

    Petani wajib melakukan pengembalian bertahap
    Dari budidaya ulang yang dilakukan mitra petani, mereka bisa melakukan pengembalian modal dengan fitur pengembalian parsial. Tentunya, kami memberikan timeline yang disepakati kedua belah pihak agar mereka merasa lebih bertanggung jawab dengan rencana yang telah dibuat. Petani pun dapat mencicil pengembalian sesuai dengan timeline/perjanjian tersebut.




    Sumber Artikel Lengkap Bisa Cek : https://blog.crowde.co/crowde-gagal-bayar/
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,830
    Likes Received:
    130
    Trophy Points:
    63
    Resiko menjadi petani, jika terjadi gagal panen modal yang dikeluarkan lumayan besar
    kalau harus berurusan dengan rentenir semakin sengsara, harusnya investor pertanian menyadari resiko pasti ada
    kasihan petaninya kalau harus melunasi penuh uang investasi, sementara ia gagal panen
     
  3. RyanNDI

    RyanNDI Member

    Joined:
    Nov 23, 2017
    Messages:
    70
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
Loading...

Share This Page