Apakah masih kasihan pada pengemis?

Discussion in 'General Discussion' started by KangAndre, Mar 26, 2015.

  1. pram

    pram Well-Known Member

    Joined:
    Sep 23, 2013
    Messages:
    3,099
    Likes Received:
    161
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    dan haris hati-hati juga jangan sampai pintu terbuka bebas saat pengemis sedang menunggu kita mengambil uang karena sudah pernah ada kasus barang raib setelah ada pengemis :)
     
  2. dito jaka perdana

    dito jaka perdana Member

    Joined:
    Feb 24, 2015
    Messages:
    180
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    jadi dilema kang mas, di satu sisi memang berniat untuk memberi secara ikhlas, tapi terkadang mereka memanfaatkan kesempatan tersebut
     
  3. tonbad

    tonbad Member

    Joined:
    Dec 21, 2014
    Messages:
    260
    Likes Received:
    24
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Menurut ane, ane tetep kasihan, tapi kasihan ke bayinya... Sudah mengemis, menyiksa lagi....
     
  4. Ardiansyah

    Ardiansyah Member

    Joined:
    Feb 5, 2013
    Messages:
    367
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    lihat-lihat pengemisnya juga..
    pernah suatu hari ada pengemis ibu2 kerumah saya, kalau dilihat dia masih muda dan masih kuat bekerja..
    nah ibu saya bilang pada pengemis itu " Daripada mengemis sebaiknya kerja disini, bantu2 saya di rumah, nanti saya gaji"

    tapi pengemis itu malah menggerutu dan pergi begitu saja.. :(:(
     
  5. antoni aong

    antoni aong New Member

    Joined:
    Jan 21, 2015
    Messages:
    10
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
  6. supriyadi

    supriyadi Member

    Joined:
    Jun 22, 2014
    Messages:
    178
    Likes Received:
    9
    Trophy Points:
    18
    memang benar @KangAndre anak balita dengan baju kumel dan wajah kusam membuat kita merasa berdosa bila tak memberi *boohoo*kebetulan kemarin ke karawang dr tanjung priuk sy naik angkutan umum, sungguh miris sekali dalam perjalanan ada 3x pengemis yang membawa balita seperti cerita diatas
     
  7. ngeblogasyikk

    ngeblogasyikk Well-Known Member

    Joined:
    Feb 1, 2015
    Messages:
    1,201
    Likes Received:
    175
    Trophy Points:
    63
    saya juga pernah baca kayak gini bang, emang dasar otak keparat itu pengemis :mad:
     
  8. Margareth

    Margareth Well-Known Member

    Joined:
    Nov 16, 2014
    Messages:
    1,068
    Likes Received:
    144
    Trophy Points:
    63
    pointnya, berbagai cara di lakukan orang untuk mendapatkan vulussss, bagaimana dengan kita sebagai internet marketing? atau yang main adsense, kalau kita melakukan klik fraud atau semacamnya, apakah kita sama saja dengan mereka hanya beda cara......
     
  9. lembing

    lembing Active Member

    Joined:
    Aug 21, 2014
    Messages:
    1,182
    Likes Received:
    92
    Trophy Points:
    48
    Setuju bgt dgn MUI meminta2 hukumnya haram kecuali pada beberapa keadaan
     
  10. lembing

    lembing Active Member

    Joined:
    Aug 21, 2014
    Messages:
    1,182
    Likes Received:
    92
    Trophy Points:
    48
    Lebih baik kepada karib kerabat maka dapat 2 pahala (sedekah Dan silaturahim) atau kepada tetangga yang fakir atau miskin yg kita ketahui
     
  11. renderware

    renderware Active Member

    Joined:
    Dec 22, 2014
    Messages:
    1,151
    Likes Received:
    76
    Trophy Points:
    48
    saya juga sudah pernah mendengar berita tersebut, miris rasanya pas tau
     
  12. KangAndre

    KangAndre Member

    Joined:
    Jan 25, 2014
    Messages:
    10,244
    Likes Received:
    2,714
    Trophy Points:
    413
  13. profhariz

    profhariz Member

    Joined:
    Jun 25, 2013
    Messages:
    86
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Google+:
    Ustadz saya pesan. Sedekah kerana Allah. Usah difikir sama ada mereka itu berlakon atau tidak. Yang penting kita memberi kerana Allah.
     
  14. samjendut

    samjendut New Member

    Joined:
    Mar 23, 2015
    Messages:
    1
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    lalu apa yang bisa kita lakukan, paling-paling hanya stop memberi mereka uang. inilah saatnya tugas dinas sosial menjaring mereka dan memberikan mereka keterampilan.
     
  15. Nah ini juga nih yang mnurut saya aneh kenapa para pengemis ini ga mau di giring petugas dan di bina, dan menurut pendapat saya lgi ni ternyata setelah di bina dan katanya diberikan keterampilan, mereka dipulangkan lgi ke daerah asalya dengan maksud suapaya memanfaatkan hasil binaan yang mereka dapat, supaya buka usaha katanya lah tapi ga dimodalin, yaudah balik lagi deh mereka mengemis dijalan
     
  16. Riska Aprianti

    Riska Aprianti New Member

    Joined:
    Dec 29, 2014
    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Astagfirulloh.... *akhirnya*
     
  17. asli3rut

    asli3rut Member

    Joined:
    Sep 6, 2014
    Messages:
    641
    Likes Received:
    44
    Trophy Points:
    28
    Kasihan ya, karena permasalahan ekonomi dan punya jiwa pemalas ya seperti itu, padahal tidak sedikit secara fisik masih mampu untuk berusaha...
     
  18. asli3rut

    asli3rut Member

    Joined:
    Sep 6, 2014
    Messages:
    641
    Likes Received:
    44
    Trophy Points:
    28
    Saya terus terang tidak terlalu simpati pada pengemis kecuali tanpa daksa atau sudah tua renta, lebih simpati pada orang tua yang masih tetap mau berusaha dan tidak meminta-minta, padahal sudah tua renta, meskipun hanya dengan berjualan balon....

    Teringat ketika saya melihat kakek tua renta 80 tahunan, dengan pakaian lusuh, topi yang sudah kumal, dia menawarkan balon ke anak saya tapi tidak bicara apa-apa
    S: saya
    K: kakek.
    ----------------------------------------
    S: Kek rajin jualan balon... berapa harga ballonnya.
    K: rp 500
    S: rajin kek
    K: iya kalo tidak seperti ini ya bagaimana lagi
    S: Oh ya kek udah laku berapa hari ini,
    K: Baru laku satu (padahal udah jam 3 sore)
    S: saya beli satu ya kek. (sambil menyodorkan uang 100.000), di tempelkan ke telapak tanggannya
    K: Waduh sebentar ya nak, kakek gak punya kembalian,
    S: Gak usah kek Kembaliannya buat kakek saja ( saya simpati setua itu tidak meminta-minta, tapi masih berusaha walaupun hanya berjualan balon),
    K: alhamdullilah nak, terima kasih banyak, semoga diganti dengan yang berlipat ganda
    dengan suara lirih, sambil mengangkat uang dikepalan tangannya lantas dianggkat kekepalanya
    (sambil berlalu, saya melirik sebentar ke kedua mata si kakek terlihat meneteskan air mata, sambil mau merangkul saya),

    Indahnya berbagi, walaupun kadang kita anggap uang 100, tidak ada apa-apanya, dan kadang kita buat untuk berpoya-poya,
    ternyata masih banyak orang yang membutuhkan bantuan.
     
  19. ais elkiram

    ais elkiram Well-Known Member

    Joined:
    Feb 10, 2015
    Messages:
    1,296
    Likes Received:
    220
    Trophy Points:
    63
    Miris ,kesal ,kasihan atau apa pun nama nya toe pada akhirnya kembali pada satu pertanyaan kenapa bisa terjadi ? apakah salah si dia yang malas bekerja atau salah kita yang memberi hingga membuat mereka jadi ketagihan , atau bahkan apakah salah pemerintah yang masih kurang membenahi semua itu ?

    Tidak semua pengemis salah , tidak semua pemberi salah ,tidak semua aparat salah , yang pasti salah adalah kebodohan !!

    Kenapa kitaa harus bodoh hingga bisa tertipu dengan gaya pengemis abal-abal,kenapa mereka bodoh hingga mengurbankan anak kecil yang tak berdosa ,kenapa aparat bodoh hingga tak sanggup membenahi dengan benar , semua butuh solosinya.

    Pendidikan ,sebuah pendidikan yang bukan lagi berkiblat pada materi ,pendidian yang tidak lagi memandang sokses dari jabatan ,harta ,atau titel yang di sandang tapi pendidikan berbasis moralitas ,kenapa saat ini orang rela melakukan apapun demi uang karena memang keadaan mendidik seperti itu , karena orang menganggap kata sokses dengan banyak harta ,jabatan tinggi dll.

    Kenapa keadaan mengajarkan seperti itu ? karena semua kembali pada sodot pandang sebuah masyarakatnya , hilangnya jadi diri bangsa ,hilangnya nilai-nilai klusal dari sebuah adat budaya .

    Sayang seribu sayang jika semua kesalahan itu kembali pada kita semua , bukan dari mereka tapi karena kita lah yang menciptakan keadaan , karena kitalah yang miskin tambah miskin yang kaya memperkaya diri dengan segala cara.
    Di negara yang katanya beragama dan berbudaya ,tapi justru budaya dan agama hanyalah pelengkap nama , sebuah budaya menghargai nilai kerja keras masyarkat ,menempatkan sebuah pengalaman guru tertinggi tapi di negara yang katanya berbudaya justru menempatkan pormalitas sebagai ukuran , perumpaaman klasik kenapa di dinas pertanian justru mereka yang jauh dari pertanian yang bercukul , petani pengalaman 40tahun tak di dengar suaranya hanya karena pendidikannya minim ,di departemen agama justru tamatan SMA&sarjana lebih mendapatkan tempat dari pemuka agama setempat yang berpengelaman , di sebuah daerah para pemuda di sepelekan hanya karena pendidikan nya ala kadarnya padahal di usia mudanya segudang pengalaman melintang nya di msyarakat sangat banyak ,itulah pergeseran sodot pandang masyarakat yang melahirkan keadaan , orang akan rela melakukan apapun demi yang nama sebuah harga yang akan di dapat ,orang mulai menyadari di masyarakat titel sarjana lebih menguntungkan dan untuk mendapatkan nya butuh yang nama nya duit , itulah keadaan yang kita ciptakan itulah yang membuat orang melakukan segala cara.

    Di kota atau desa seorang ibu lebih memilih puteranya menjadi sarjana walau tanpa moralitas ketimbang seorang putera bermoral minim pendidikan ,dan itulah fakta cara berfikir kebanyakan masyarakat yang melahirkan keadaan ?

    Ekonomi & Pendidikan dua hal yang tidak bisa di pisahkan di jaman sekarang dan itu pola fikir kita yang meciptakan ,orang akan mendapatkan pendidikan jika harus membayar , orang akan bisa membayar jika punya pendidikan.

    Lahir lah sebuah msayarakat pinggiran yang awal nya miskin ekonomi tersisih dari yang nama pendidikan ,jadilah si miskin melahirkan yang miskin , si kaya melahirkan yang kaya , hal itu membuat sebagian orang beruntak menghalalkan segala cara untuk merubah nasibnya. Lalu siapa yang salah ?
     
  20. AhmadWafa

    AhmadWafa Member

    Joined:
    Oct 2, 2013
    Messages:
    867
    Likes Received:
    16
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Begitulah jaman sekarang ini orang banyak yang pada malas kerja walaupun fisik sehat. . . di deket rumah saya malah ada seorang pengemis rumahnya bagus banget dan bisa beli motor + kuliahin anaknya. . . iya kalau memang bener2 ga bisa kerja boleh2 saja lah mengemis karena dianggap tidak mampu. . . kalau masih bisa kerja kena[a harus ngemis ? *berkeringat*
     
Loading...

Share This Page