Apakah Ada Bahan Kimia Berbahaya pada Popok Sekali Pakai?

Discussion in 'General Discussion' started by iwen, Jun 17, 2021.

  1. iwen

    iwen Member

    Joined:
    Jun 15, 2016
    Messages:
    186
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Bunda perlu hati-hati jika masih menggunakan popok sekali pakai (disposable) untuk si kecil. Kepraktisan mungkin itu alasan Bunda, terutama digunakan pada saat berpergian. Ya, kan?

    Dulu ada kasus yang heboh dan viral bund, apa masih ingat tentang bagaimana ditemukannya kandungan zat kimia klorin dibeberapa waktu lalu pada sejumlah produk pembalut wanita dan juga pantyliner? Pada kasus tersebut akhirnya pihak YLKI terlibat untuk mewakili masyarakat konsumen pengguna produk tersebut yang merasa dirugikan, pihak produsen dari produk tersebut, hingga Kementrian Kesehatan.

    Mengapa bisa sampai heboh dan viral? Apa ada usaha "black campaign" dari pihak tertentu dalam persaingan bisnis? Atau apakah memang benar begitu?

    Masalah & Bahaya Klorin

    Kejadian waktu beberapa tahun lalu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima laporan dari konsumen produk pembalut wanita merek tertentu yang mengalami gangguan kulit serius. YLKI pun langsung bergerak cepat untuk mencoba melakukan penelitian uji laboratorium.

    Dari penelitiannya hasilnya terbukti : Ditemukan adanya bahan klorin! Akibat dari bahan klorin itu adalah korosif atau jika beraksi memiliki sifat yang menghasilkan korosi. Tidak hanya menjadikan kulit iritasi, keputihan, bau tidak sedap, gatal-gatal, infeksi kewanitaan dan haid tidak lancar, tapi zat dioksin juga bisa dihasilkan oleh klorin dan jika dalam jangka panjang dapat memicu kanker pada sebuah organ reproduksi wanita, yaitu kanker payudara, kista atau myom, kanker serviks (mulut rahim), hingga kanker ovarium.

    Akibat lainnya, dari bahan klorin pada produk pembalut yang mengenai kulit akan terserap ke aliran darah pemakainya, lalu meluncur ke organ-organ di dalamnya sampai mengendap di sana. Hal yang akhirnya mengancam adalah klorin yang mengendap di jaringan, apa lagi jika diakumulasi dalam pemakaian jangka panjang. Sangat mengerikan ya, Bund..

    Walaupun akhirnya ada klarifikasi dari pihak produsen serta dikuatkan oleh pernyataan Menteri Kesehatan mengenai kadar penggunaan klorin di sebuah produk pembalut wanita dan pantyline itu masih berada pada ambang batas normal dan tidak membahayakan. Apa?! Pengguna memiliki kondisi sensitivitas kulit yang berbeda-beda satu dan lainnya, lho. Artinya ancaman itu juga bisa berdampak berbeda pada setiap penggunanya.

    Popok Bayi sekali Pakai yang Ada Klorinnya

    Setelah diketahui dan terbukti dengan pemakaian zat kimia klorin pada produk pembalut wanita dan pantyliner itu, itu membuat masyarakat menjadi was-was tentang pemakaian bahan berbahaya serupa pada produk popok bayi. Ya, karena sifat dan jenisnya yang serupa, maka sangat masuk akal jika popok bayi pun menggunakan bahan klorin.

    Kini Bunda sudah tahu betapa bahayanya sebuah klorin yang ada di pembalut wanita jika sampai terkena dampaknya ke pengguna. Lalu, bagaimana dengan bayi? Apalagi bayi perempuan?

    Kulit bayi itu bukankah jauh lebih sensitif dibanding dengan kulit wanita dewasa? Coba renungkan oleh Bunda yang mendalam mengenai ini.

    Sebenernya, klorin itu apa sih? Dari tadi membahas mengenai klorin dan dampak bahayanya, tapi belum tau siapa itu klorin.

    Klorin adalah sebuah gas kuning kehijauan, dari seiring kemajuan teknologi dalam pembalut wanita, pantyliner, dan popok bayi sekali pakai yang dibuat dari bahan daur ulang memakai bahan-bahan kimia untuk membersihkannya dan juga bahan klorin agar produk-produk tersebut menjadi warna putih bersih.

    Berikut data tambahan, sudah pernah dilakukan penelitian pada sejumlah popok bayi yang sudah banyak beredar di pusat perbelanjaan di Medan, dan memiliki tujuan agar mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan para Bunda dalam memilih popok bayi si kecil. Penelitian menggunakan metode sampling itu dengan mengambil 11 merek popok bayi dan 30 pengguna yang membeli produk tersebut.

    Kemudian kita bahas hasil analisis dari penelitian bayinya saja ya. Dari 11 merek popok bayi sekali pakai yang sudah beredar di pasar tersebut (terutama di sejumlah pusat perbelanjaan) itu, dari 11 merek yang diuji, ditemukan 5 merek ada kandungan klorinnya. Kandungan yang ada pada bahan berbahaya tersebut adalah 20,21 - 36,54 mg/kg. Dari kadar kandungan tersebut tidak memenuhi syarat dalam pemakaian bahan berbahaya bagi kesehatan.

    Menyinggung sedikit saja soal uji pengetahuan dan tindakan dari para Bunda yang telah membeli dan memilih popok bayi sekali pakai. Rata-rata dari mereka punya pengetahuan yang sedang atau cukup, begitu juga pada tindakan yang dilakukan mengenai ancaman bahaya yang sudah terdeteksi di dalam popok bayi yang mereka gunakan pada si kecil.

    Beralihlah Bunda Pemakaiannya ke Popok Bayi yang Sudah Bebas Klorin

    Maka dari itu disarankan untuk Bunda agar lebih selektif dalam memilih popok bayi, terutama kepada mereka yang masih menggunakan popok bayi sekali pakai, untuk dapat lebih memperhatikan komposisi dan izin pada kemasan popok bayi sebelum membelinya. Dan pilih produk dengan kadar klorinnya paling rendah.

    Jika Bunda tidak ingin ada risiko lebih dalam, Bunda sudah diberitahukan popok bayi untuk digunakan yang jauh lebih aman terhadap kesehatan, lebih hemat karena Bunda hanya cukup dengan membelinya beberapa saja untuk bisa digunakan secara berulang. Bahkan sampai dengan adiknya nanti untuk bisa digunakan kembali jika Bunda berikan seorang seorang bayi lagi.

    Selain itu juga, popok cuci ulang tentu ramah pada lingkungan, karena tidak membuat limbah yang dapat berbahaya untuk orang-orang disekitar tempat pembuangannya. Bunda hanya harus mencuci kotorannya ketika habis memakainya. Itu saja, selanjutnya juga banyak manfaat bagi Bunda dan si kecil.

    Dipasar banyak beredar juga pilihan popok cuci ulang. Adapun salah satu yang direkomendasikan adalah produk clodi keluaran dari Minikinizz, yang tersedia dengan beragam desain lucu, dilengkapi kancing yang membuat si kecil nyaman memakainya dan juga memiliki bahan yang kuat.

    Itulah ulasan dari "Bahan Kimia Berbahaya pada Popok Sekali Pakai"

    Baca juga: Cara Menggunakan Clodi

    Baca juga: Tentukan Jenis Clodi Terbaik Untuk Si Kecil!

    Baca juga: Popok Kain Jadi Tren Baru Orang Tua Millennial

    Baca juga: Tips Memilih Popok Untuk Bayi Baru Lahir
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,773
    Likes Received:
    126
    Trophy Points:
    63
    Mengerikan sekali, mungkin lebih baik pakai popok kain biasa
    kalau basah ya segera ganti popok yang kering lainya
     
Loading...

Share This Page