9 Jenis Pemeriksaan Yang Wajib Dilakukan Saat Hamil Muda

Discussion in 'Health & Medical' started by maulana9407, Aug 7, 2017.

  1. maulana9407

    maulana9407 Member

    Joined:
    Jul 14, 2017
    Messages:
    31
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Hamil adalah satu kata yang merupakan hadiah terindah saat dua insan telah melaksanakan pernikahan, dan untuk pasangan muda terkadang masih terdapat seorang calon Ibu yang masih tidak menyadari bahwa dirinya tengah mengandung. Padahal kondisi ini, seharusnya calon Ibu harus memperhatikan kesehatan dirinya dan juga kesehatan janin didalam kandungannya. Solusi yang paling tepat, yaitu calon ibu harus melakukan tes pemeriksaan di awal masa kehamilannya.

    [​IMG]
    Mengapa harus melakukannya ?

    Hal ini dilakukan untuk identifikasi awal apakah ada infeksi yang terjadi pada Ibu hamil atau janin. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk memantau kondisi kesehatannya. Perlu diingat pula masa hamil muda adalah masa yang paling berisiko dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin didalam kandungan.

    Kapan bisa melakukannya ?

    Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada seorang Ibu yang telah dinyatakan positif hamil, dan telah berada dimasa kehamilan awal antara 2 atau 3 bulan.

    Macam – Macam Jenis Pemeriksaan

    Berikut adalah macam – macam jenis pemeriksaan yang dilakukan pada Ibu hamil:

    Hematologi Lengkap
    Hal ini dilakukan untuk memeriksa keadaan darah yang meliputi komponen – komponennya. Yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan atau infeksi pada gangguan hati dan ginjal. Atau adanya dugaan anemia dan apakah terdapat gangguan pembekuan darah pada ibu hamil.

    Golongan Darah dan Rhesus
    Hal ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus pada si janin. Karena apabila terjadi ketidakcocokan rhesus antara si Ibu dengan janin, maka akan berdampak terbentuknya antibodi yang dapat merusak sel – sel darah merah pada janin.

    Glukosa Puasa
    Hal ini dilakukan untuk mendeteksi diabetes gestasional yang dapat saja mengakibatkan terjadinya keguguran, dan juga untuk mendeteksi apakah adanya kerusakan otak dan jantung pada janin.

    VDRL
    Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang Ibu mengidap penyakit sifilis atau tidak. Selain itu, pemeriksaan ini juga untuk mendeteksi antibodi apabila seseorang Ibu pernah menderita penyakit sifilis yang disebabkan oleh kuman Trepanoma pallidum. Kemudian apabila seorang Ibu hamil dinyatakan positif menderita sifilis, maka pengobatan harus dilakukan secepatnya, karena penyakit ini dapat mempengaruhi janin yang tengah dikandungnya.

    HBsAg
    Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya virus hepatitis B, dan juga untuk melakukan pencegahan agar janin tak terkena virus hepatitis B.

    Anti – Toxoplasma Ig G
    Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya infeksi Toxoplasma yang dapat menyebabkan komplikasi serta memperburuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

    Anti – Rubella Ig G
    Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya infeksi Rubella yang dapat menyebabkan komplikasi serta memperburuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

    Anti – CMV Ig G
    Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya infeksi Cytomegalovirus yang dapat menyebabkan komplikasi serta memperburuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

    Urine Lengkap / Rutin
    Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya infeksi dan penyakit saluran kencing, serta dapat pula mengukur kadar glukosa dan protein pada urine. Perlu diingat apabila seorang Ibu hamil mengalami kelebihan protein, maka akan menandakan bahwa adanya gangguan preeklampsia (Hipertensi pada masa kehamilan).

    Apa yang terjadi jika tidak melakukannya ? Risiko ?

    Hal yang akan terjadi apabila tidak melakukan pemeriksaan saat sedang hamil muda, yaitu tidak terindetifikasinya virus yang sebenarnya terdapat di dalam tubuh. Dan dapat pula beresiko menderita penyakit Preeklampsia (Hipertensi pada masa kehamilan) dan Diabetes. Berikut adalah penjelasan uraiannya :

    Preeklampsia
    Preeklampsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria).

    Diabetes
    Jika seorang Ibu hamil sedang mengalami diabetes atau sebelumnya memiliki riwayat diabetes, maka Ibu hamil tersebut membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dari tim dokter ahli kandungan dan diabetes. Dan apabila Ibu hamil mengalami diabetes gestasional, maka diperlukan penyesuaian diet yang meningkatkan karbohidrat namun harus mengurangi kadar lemak dan gula yang dikonsumsi. Dan dapat pula untuk dilakukan penyuntikan insulin yang bertujuan untuk membantu mengontrol gula darah.

    Jadi, seorang Ibu hamil disarankan melakukan 9 tes pemeriksaan saat hamil muda, agar dapat mencegah dan mengidentifikasi dini infeksi yang diderita oleh Ibu hamil dan juga janin. Dan jika ingin melakukan pemeriksaan di masa awal kehamilan maka dapat melakukan tes darah di laboratorium
     
  2. mlxjakarta

    mlxjakarta Active Member

    Joined:
    Jan 4, 2016
    Messages:
    1,587
    Likes Received:
    72
    Trophy Points:
    48
    Apa yang akan terjadi jika si ibu tidak bisa mengontrol kadar gula darahnya tuan? Apa berbahaya buat si janin?
     
  3. maulana9407

    maulana9407 Member

    Joined:
    Jul 14, 2017
    Messages:
    31
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Bisa diabetes nanti ibunya, jadi periksa darah itu penting
     
  4. mlxjakarta

    mlxjakarta Active Member

    Joined:
    Jan 4, 2016
    Messages:
    1,587
    Likes Received:
    72
    Trophy Points:
    48
    Bahayanya buat janin?
     
Loading...

Share This Page