8 Tips Pilihan Membangun Toko Online Di Drupal

Discussion in 'Drupal' started by bagusetiawan, Apr 14, 2016.

  1. bagusetiawan

    bagusetiawan Member

    Joined:
    Feb 16, 2016
    Messages:
    126
    Likes Received:
    20
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Drupal adalah salah satu CMS open source populer yang banyak digunakan untuk membangun situs ecommerce. Drupal adalah CMS yang sangat aplikatif untuk mendukung bisnis ecommerce. Dengan dukungan Drupal, kita bisa membangun portal web untuk komunitas atau forum, website perusahaan, blog, atau E-commerce.

    Drupal menyediakan berbagai fitur menarik untuk mendukung kebutuhan sebuah website e-commerce. Fitur tersebut bisa digunakan dan disesuaikan sesuai kebutuhan. Drupal memiliki konsep modular dan Extensible untuk mempermudah pengelolaan website. Berikut adalah 10 checklist untuk membangun toko online kita sendiri menggunakan Drupal.

    1. Ketahui tools yang digunakan

    Drupal terkenal karena memiliki ribuan module dengan fitur yang sederhana hingga yang kompleks. Tidak terkecuali e-commerce pada drupal, tools yang akan digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

    • Ubercart. Ini adalah sistem e-commerce yang menawarkan fitur standart shopping cart, terintegrasi dengan beberapa pembayaran, layanan informasi pengiriman, dan kemampuan untuk membuat order workflow secara otomatis. Kita bisa menambahkan beberapa fitur tambahan dengan module yang terkait. Terdapat lebih dari 18000 situs aktif dan ratusan pengguna/kontributor.
    • e-Commerce. Versi terbaru yang dilengkapi dengan e-commerce API, sehingga kita bisa mendefinisikan dan memilih komponen apa saja yang dibutuhkan untuk membangun situs e-commerce. Jumlah kontributor dan pengguna memang relatif lebih kecil dibandingkan dengan Ubercart, sehingga kita harus terbiasa jika harus melakukan pengembangan module sendiri.
    2. Jangan mengubah-ubah module

    Developers yang beralih ke Drupal dari sistem e-commerce lainnya biasanya akan tertarik mengubah beberapa baris kode untuk mengatasi perubahan string, masalah, atau kebutuhan bisnis. Masalahnya adalah jika module ini diubah-ubah maka ketika ada rilis update baru, module tersebut tidak bisa ter-update. Hal ini tentu akan menjadi masalah serius ketika kita tidak mendapatkan perbaikan keamanan terutama pada kontak pelanggan dan informasi pembayaran.

    3. Gunakan Secure Page Module

    Secure Page adalah module sederhana yang memungkinkan kita untuk melindungi salah satu atau semua path pada website menggunakan metode pola pencocokan sederhana. Jika telah memiliki sertifikat SSL yang terinstal, kita bisa masuk ke module administration form untuk mengkonfigurasi halaman mana saja yang ingin diamankan.

    4. WYSIWYG

    Ada banyak cara untuk menambahkan fungsi WYSIWYG ke situs Drupal, dan hampir semua dari mereka memiliki kecenderungan akan mengganggu textareas pada setting forms yang tidak mengandung kode HTML. Jika kita harus menggunakan WYSIWYG editor pada website, pastikan untuk menonaktifkannya pada setting forms yang menyimpan informasi kontak dan pengaturan pembayaran.

    5. Tampilkan produk dengan style yang sesuai dengan tema

    Tema Drupal umumnya tidak dirancang dengan pemasaran dan penjualan produk. Sehingga tombol Add to Cart dan Checkout tidak lebih menarik dari tombol Login atau Kontak. Untungnya, Drupal memungkinkan kita untuk membuat kustom template dan CSS sendiri untuk lebih memaksimalkan konversi. Sesuaikan tombol-tombol pada website dengan tema yang kita gunakan untuk lebih menarik perhatian pengguna.

    6. Kurangi “noise” pada halaman checkout

    Ketika pelanggan berakhir pada formulir checkout, kita harus membuat langkah ini menjadi mudah dan jelas bagi mereka untuk menyelesaikan pembelian dengan cara mengurangi hal-hal yang tidak perlu pada halaman checkout. Drupal’s core block system memungkinkan kita untuk dengan mudah menyembunyikan semua blok dan widget di area non-content pada website menggunakan pola pencocokan URL yang sama dengan Secure Pages Module.

    7. Gunakan Views untuk membangun katalog produk dan halaman penjualan

    Views adalah kunci dari semua module Drupal. Ini memungkinkan kita untuk melakukan filter terhadap semua konten pada website dan menampilkannya ke pengguna dalam bentuk tabel, list, dan grid. Ubercart dan e-Commerce keduanya mendukung integrasi Views untuk produk sehingga kita bisa dengan mudah membuat katalog produk kustom, tampilan produk populer, dan produk terkait.

    8. Gunakan sistem review produk dan ratings

    Ketika seseorang melakukan order pada situs kita, tetaplah menjaga keterlibatan dengan mereka dengan cara menawarkan kesempatan untuk memberikan mereview dan penilaian tentang produk yang mereka beli.

    Mengaktifkan review produk semudah mengaktifkan Drupal core comment system pada halaman produk. Tambahkan ratings pada komentar menggunakan Fivestar module. Komentar dan ratings dari pelanggan akan ditampilkan pada Views, sehingga kita bisa memilih dan memilah produk yang ingin ditampilkan berdasarkan reviews terbaru dan ratings.

    Itulah 8 Tips Pilihan Membangun Toko Online Di Drupal. Selain Drupal ada beberapa CMS populer lainnya yang layak dicoba seperti Magento dan Openchart, kamu juga bisa menggunakan platform toko online lokal lainnya di sini. Semoga bermanfaat.

    sumber
    sumber gambar: Google
     
    Last edited: Apr 14, 2016
  2. zumi

    zumi New Member

    Joined:
    Jul 11, 2016
    Messages:
    9
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    3
    mending langsung jiplak commerce kickstart atau themes premium yg sudah built-in dengan drupal commerce

    nggak pake ribet

    tapi kalau untuk kepuasan batin, terserah aja sich
     
  3. mabrur

    mabrur Member

    Joined:
    Jun 24, 2016
    Messages:
    84
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    8
    terima kasih. artikel yang sangat bagus. selama kita mau berbagi ilmu, itu hal yang perlu dihargai
     
Loading...
Similar Threads - Tips Pilihan Membangun
  1. chova
    Replies:
    7
    Views:
    2,911

Share This Page