7 Faktor yang Meningkatkan Wanita Mengalami Keputihan Abnormal

Discussion in 'Health & Medical' started by resi raphael, Jan 20, 2023.

  1. resi raphael

    resi raphael Member

    Joined:
    May 16, 2019
    Messages:
    127
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Keputihan, juga disebut keputihan, adalah keputihan biasa yang dihasilkan oleh vagina. Jika Anda mengalami keputihan, usahakan untuk tidak terlalu khawatir karena ini adalah hal yang wajar terjadi.

    Sel dan cairan yang terus menerus disekresikan oleh vagina membentuk keputihan. Siklus putih merupakan indikasi bahwa tubuh secara efektif mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru.

    Keputihan ini berfungsi untuk melumasi, melembabkan, dan menjadi vagina agar tetap terjaga kesehatannya. Keputihan juga berfungsi sebagai cairan untuk melindungi vagina dari infeksi virus dan iritasi.

    Masalahnya sebenarnya adalah keputihan yang tidak normal, yang bermasalah karena sering menunjukkan masalah kesehatan vagina. Gatal, nyeri, dan panas biasanya tidak ada pada keputihan abnormal, tetapi karakteristik lain dari lendir, seperti warna, bau, dan tekstur, dapat digunakan untuk mengidentifikasinya.

    Apa penyebab keputihan pada wanita?

    Keputihan normal adalah proses otomatis dimana vagina membersihkan dirinya sendiri. Perubahan hormon dalam tubuh mungkin berdampak pada kondisi ini. Atau mungkin disebabkan oleh stres, menyusui, atau gairah seksual.

    Masalah kesehatan vagina mungkin menjadi penyebab keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap. Penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, dan trikomoniasis adalah salah satu masalah yang sering muncul akibat infeksi virus di vagina.

    Apa saja gejala dan tanda yang ada?

    Kami akan membahas indikasi keputihan yang khas dan tidak normal. Untuk tanda-tanda keputihan yang khas, khususnya:
    1. Bahannya tidak berbau amis atau tidak enak.
    2. Berwarna putih susu atau bening.
    3. Konsistensinya bisa cair, kental, atau lengket dan licin.
    4. Ada banyak keputihan yang teksturnya basah dan licin.
    5. Ini muncul selama ovulasi atau pada awal siklus menstruasi.
    Namun berkenaan dengan tanda-tanda keputihan yang tidak normal berikut ini:
    1. Rona tambahan, mulai dari kemerahan hingga kekuningan, kehijauan, dan putih (karena bercampur darah).
    2. Cairan tersebut memiliki bau yang tidak menarik, amis, atau tidak sedap.
    3. Jumlah yang lebih sering dari biasanya dan menyakitkan.
    4. Gatal atau terbakar di vagina.
    5. Panggul terasa sakit.
    6. Pendarahan pada siklus haid, setelah atau sedang melakukan hubungan seksual.
    7. Buang air kecil menyakitkan (disuria).
    7 hal yang menjadi faktor risiko terjadinya keputihan

    Banyak faktor yang dialami oleh wanita sehingga berisiko mengalami keputihan yang tidak normal ini, seperti:
    1. Memiliki banyak pasangan seksual.
    2. Tidak menggunakan kondom saat berhubungan.
    3. Orang yang memiliki riwayat diabetes.
    4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
    5. Menggunakan kontrasepsi hormonal.
    6. Stres
    7. Meminum antibiotik.
    8. Tidak menjaga kebersihan vagina.
    Bagaimana keputihan bisa dihindari?

    Karena kondisi keputihan yang tidak normal ini merupakan hasil dari proses alami tubuh, maka kondisi ini tidak dapat dicegah. Namun, berikut ini dapat dilakukan:
    1. Mencuci dengan air hangat dan mengeringkan dengan handuk lembut akan membantu menjaga kebersihan vagina setiap saat.
    2. Douching, atau membersihkan vagina dengan bahan kimia tertentu, tidak disarankan karena dapat menghilangkan bakteri sehat yang berfungsi sebagai penghalang terhadap infeksi virus.
    3. Agar virus dari anus tidak menyebar ke vagina, maka vagina harus dibersihkan dari depan (vagina) hingga ke belakang (anus).
    4. Kenakan pakaian dalam yang lembut dari bahan katun untuk menyerap kekeringan.
    5. Gunakan pelindung (kondom) saat berhubungan seks.
    6. Lakukan tes segera untuk penyakit menular seksual jika semakin parah.
     
Loading...

Share This Page