YouTube Umumkan Jumlah Tayangan Video yang Melanggar Aturan

Discussion in 'General Internet' started by bimo dimas, Apr 8, 2021 at 12:34 PM.

  1. bimo dimas

    bimo dimas Member

    Joined:
    Oct 26, 2020
    Messages:
    131
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Merahputih.com - Belum lama ini, YouTube merilis laporan tentang persentase tayangan video yang dianggap melanggar aturan. Hal itu merujuk pada angka Rasio Tontonan Melanggar atau Vioaltive View Rate (VVR).

    Pada laporan itu, Angka VVR berada di sekitar 0,16 persen hingga 0,18 persen. Itu artinya, dari setiap 10 penayangan di YouTube, 16 hingga 18 penayangan berasal dari konten yang dianggap melanggar aturan.

    Hal tersebut dijelaskan oleh Director Trust & Safety Youtube, Jennifer Flannnery O'Connor dalam sesi jumpa media yang digelar virtual.

    "VVR turun lebih dari 70 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2017," ujar Jennifer, seperti yang dikutip dari laman Antara.

    Jennifer menambahkan, bahwa YouTube akan terus memperbarui VVR setiap tiga bulan, di laporan penegakan pedoman komunitas.

    Sedikit informasi, VVR membantu mengetahui persentase penayangan di YouTube, yang berasal dari konten yang melanggar kebijakan. Data VVR memberikan informasi tentang cara YouTube melindungi komunitas.

    Mengenai hal itu, Jennifer yakin bahwa VVR merupakan cara terbaik untuk memahami pengaru konten berbahaya bagi bagi penonton, serta mengindentifikasi area yang perlu peningkatan.

    Untuk menghitung VVR, YouTube mengambil sampel video kemudian mengirimkannya pada peninjau konten. Lalu peninjau konten akan memberi tahu video mana yang melanggar kebijakan, dan mana video yang tidak melanggar.

    Jennifer mengatakan, dengan pengambilan sampel, pihak Youtube bisa mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif soal konten melanggar, yang tak bisa terdeteksi oleh sistem.

    "Angka VVR berfluktuasi naik dan turun. Misalnya, setelah kami memperbarui kebijakan, kamu mungkin melihat angka naik sementara, karena sistem kami meningkatkan upaya untuk menangkap konten yang baru diklasifikasikan sebagai pelanggaran," Jelasnya.

    Selain itu, Jennifer juga menjelaskan, bahwa YouTube akan terus mendukung komunitas berkembang, seraya memenuhi tanggung jawab mereka.

    Kendati laporan penegakan pedoman komunitas menunjukan kemajuan sejak 2017, namun YouTube menyadari bahwa pekerjaanya belum selesai.

    Karena itu, pihak YouTube mengatakan, bahwa tim harus terus memperbarui kebijakan, meninjau, bekerjasama dengan sejumlah ahli, serta tatap transparan dalam upaya penegakan yang dilakukan.

    YouTube pun berkomitmen pada perubahan ini. Karena, perubahan tersebut bermafaat bagi penonton, dan juga untuk bisnis. Jennifer mengatakan konten yang melanggar aturan tak memiliki tempat di Youtube.

    Sementara itu, Jennifer mengungkapkan bahwa YouTube berinvestasi secara signifikan untuk mencegah konten yang melanggar. Adanya VVR menunjukan tanggung jawab YouTube dan membantu YouTube lebih memahami kemajuan yang telah dibuat, dalam melindungan pengguna dari konten berbahaya.

    Sumber: Link
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,666
    Likes Received:
    123
    Trophy Points:
    63
    Dengan adanya youtube bisa memberikan sisi positif dan sisi negatif,
    sisi positif salah satunya bisa belajar tutorial segala macam yang diunggah oleh konten kreator
    sisi negatif salah satunya bisa berdampak pada perilaku anak yang suka nonton yutub
     
  3. Tas Fandy

    Tas Fandy New Member

    Joined:
    Sep 26, 2019
    Messages:
    42
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Dahulu jaman saya youtube masih kurang peminatnya sekarang youtube sudah jadi seperti TV sehari hari
     
Loading...

Share This Page