Perbedaan Bahan Bakar Bensin dan Solar

Discussion in 'General Discussion' started by Linda Nur Wakidah, Aug 13, 2019.

  1. Linda Nur Wakidah

    Linda Nur Wakidah Member

    Joined:
    Aug 29, 2017
    Messages:
    143
    Likes Received:
    19
    Trophy Points:
    18
    Perbedaan Bahan Bakar Bensin dan Solar - Apakah Anda tahu bahwa bahan bakar jenis bensin banyak digunakan oleh motor maupun mobil yang berukuran kecil. Berbeda dengan mobil berukuran berat seperti bus, truk, alat berat akan menggunakan bahan bakar solar.

    [​IMG]

    Apakah Anda tahu apa yang menyebabkan kendaraan - kendaraan tersebut menggunakan jenis bahan bakar yang berbeda? bukankah kendaraan - kendaraan tersebut jenis mesinnya sama? Atau jenis kendaraan tersebut mempunyai mesin yang berbeda?

    Tahukah Anda bahwa mesin truk dan mesin MPV itu berbeda, untuk mobil dengan bobot yang besar biasanya menggunakan mesin diesel (mesin berbahan bakar solar). Berbeda dengan mesin MPV / mobil - mobil ringan yang menggunakan mesin bensin.

    Jika kedua jenis mesin tersebut berbeda lantas apa perbedaan dari kedua mesin tersebut? Lantas apa jadinya bila kedua mesin tersebut mendapatkan jenis bahan bakar yang salah?

    Asal dari bahan bakar bensin dan solar adalah sama

    Pertama, Anda perlu memahami bahwa baik solar maupun bensin itu didapat dari bahan yang sama yakni crude oil atau minyak mentah. Hanya saja, minyak mentah yang diambil langsung dari perut bumi ini mengandung banyak sekali susunan.

    Turunan dari minyak mentah lainnya juga ada yang berupa minyak tanah, bensol dan beberapa mineral maupun aspal. Minyak mentah ini kemudian akan melewati proses destilasi atau penyulingan untuk memisahkan jenis bahan bakar tersebut. Berkat adanya proses penyulingan ini, minyak mentah yang diambil dari perut bumi bisa menjadi beberapa macam bahan bakar.

    Lalu Apa Bedanya Bensin Dengan Solar

    1. Titik penguapan solar dan bensin

    Titik penguapan bensin terbilang rendah, yakni dalam suhu 40 derajat celcius saja bensin mulai menguap. Dalam proses destilasi, bensin akan diperoleh dengan memanaskan minyak mentah pada suhu 40 hingga 250 derajat celcius.

    Sedangkan titik penguapan solar lebih tinggi dibandingkan bensin, solar akan mulai menguap pada suhu 149 derajat celcius sehingga solar akan lebih bertahan dalam suhu kamar. Namun pada proses destilasi, minyak mentah akan dipanaskan dari 250 - 350 derajat celcius untuk mendapatkan bahan bakar solar. Titik penguapan baik bensin maupun solar ini dapat kita ukur dengan lebih teliti menggunakan Alat Uji Titik Nyala Minyak atau Flash Point Tester.

    2. Kandungan solar dan bensin

    Umumnya sekitar 159 liter minyak mentah setelah diolah maka akan menghasilkan 72 liter bensin murni. Namun, bensin murni tidak dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar mesin karena kandungannya tidak cocok. Oleh sebab itu, bensin harus ditambahkan beberapa bahan tambahan.

    Hydrocarbon dengan 4 - 12 atom carbon per molekul merupakan kandungan dasar dalam bensin, sedangkan bahan tambahan untuk bensin antara lain :
    • Antioksidan seperti alkil fenol untuk mencegah pembentukan kerak yang dapat menyumbat sistem bahan bakar
    • Asam karbosilat sebagai zat anti-korosi agar bensin tidak membuat logam berkarat
    • Amina dan amida merupakan jenis detergent yang berfungsi untuk membersihkan kerak yang ada dalam saluran bahan bakar
    • Pewarna yang menyebabkan bensin ada yang berwarna biru atau kuning
    Untuk solar, yang diambil dari fraksi minyak bumi (petro-diesel) memiliki kandungan 75% hydrocarbon jenuh seperti parafin dan cycloparafin, sedangkan sisanya yang sebanyak 25% adalah aromatic HC seperti naptha dan alkalibenzenes.

    Akan tetapi jenis bahan bakar diesel murni tersebut kurang sesuai apabila digunakan untuk mobil - mobil sekarang. Hal ini karena mobil keluaran terbaru sudah menerapkan teknologi common rail. Karenanya dengan kondisi mesin sekarang juga masih dapat menggunakan solar asalkan bahan bakar tersebut mendapatkan penambahan beberapa bahan alami seperti bio gas.

    3. Berapa energi yang ada dalam bensin dan solar

    Tiap liter bensin, memiliki kandungan energi sekitar 33,7 MJ ; sedangkan tiap satu liter solar memiliki kandungan 36,9 MJ.

    4. Kandungan CO2

    Kandungan karbondioksida pada bensin ternyata lebih rendah, tiap kilogram memiliki kandungan CO2 sekitar 2,3 Kg, berbeda dengan solar mempunyai kandungan CO2 2,65 Kg per liter.

    5. Titik nyala bahan bakar bensin vs solar

    Bensin memiliki titik nyala yang rendah, namun titik nyala spontan (self ignition) ini dapat diperbesar dengan memperbesar RON. Untuk mengukurnya, maka pada bensin kita mengenal nilai oktan. Nilai oktan sendiri ada suatu bilangan yang menunjukan kadar isooktana pada bensin. Misal untuk bensin oktane 90 maka mengandung 90% oktana dan 10% heptana. Semakin tinggi kandungan oktana maka self ignition bensin akan semakin tinggi.

    Untuk solar tidak ada nilai oktan, melainkan nilai cetane. Nilai cetane ini juga hampir sama seperti nilai oktane yang menunjukan titik nyala spontan solar pada tekanan kompresi tertentu.

    6. Penggunaan

    Bensin banyak digunakan pada kendaraan - kendaraan yang membutuhkan kecepatan dibandingkan power. Karenanya jenis kendaraan seperti sepeda motor, MPV, mini SUV dan sedan banyak menggunakan bahan bakar bensin.

    Sementara solar, dengan kandungan energi lebih tinggi dan torsinya juga besar maka cocok dipakai pada mobil yang lebih membutuhkan power dibandingkan kecepatan. Diesel dipakai pada truk, bus, alat berat, kereta api, mesin kapal, dan mesin - mesin industri.

    Karakteristik Bensin
    1. Mudah menguap pada temperatur normal
    2. Tidak berwarna, berbau dan transparan
    3. Titik nyala rendah (sekitar -15 sampai -10 derajat celcius)
    4. Dapat melarutkan oli dan karet
    5. Sedikit meninggalkan emisi saat dibakar

    Karakteristik solar
    1. Tidak mudah menguap pada temperatur normal
    2. Tidak berbau, terkadang berwarna kuning
    3. Memiliki kandungan sulfur yang tinggi
    4. Bisa terbakar spontan pada suhu 300 derajat celcius sehingga tidak memerlukan pemicu seperti busi

    Sekarang kembali pada pertanyaan awal, Apa jadinya kalau mesin bensin diisi solar atau sebaliknya ?

    Apabila mesin bensin diisi solar, jelas mesin akan brebet lalu mogok dan hal ini karena titik nyala solar lebih tinggi dibandingkan bensin. Walaupun ada pemicu berupa busi tetapi tekanan kompresi mesin bensin masih belum cukup untuk membuat solar terbakar.

    Sementara mesin diesel diisi bensin yang terjadi akan terdengar suara cukup kasar (knocking parah), sebab bensin dengan titik nyala spontan rendah diisi ke dalam mesin diesel dengan tekanan kompresi sangat tinggi. Hasilnya sebelum timming pengapian, bensin sudah terbakar lebih dulu.
     
Loading...

Share This Page