Bisnis Pertanian Paling Menguntungkan Masih Dipegang 3 Komoditas ini

Discussion in 'Usaha Kecil Menengah' started by Meylisarahman, Aug 31, 2017.

  1. Meylisarahman

    Meylisarahman New Member

    Joined:
    Aug 10, 2017
    Messages:
    13
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Sebagai bangsa yang menyandang sebutan negara Agraris, beberapa komoditas pertanian Indonesia berhasil menembus pasar internasional. Beberapa produk pertanian seperti sayuran dan beberapa buah-buahan banyak yang sudah diekspor ke negara lain. Buah salak, nenas, mangga dan manggis menjadi buah-buahan andalan Indonesia untuk di Ekspor. Data BPS menunjukan bahwa ekspor buah, sayuran dan Bunga RI sudah masuk di 29 negara.

    Namun, harga ekspor Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh pasar dunia. Beberapa komoditas di atas harganya masih fluktuatif. Apalagi di tengah maraknya impor buah-buahan dari Negara Tiongkok, Thailand, Australi dan beberapa negara penghasil buah yang lain pasar ekspor Indonesia menjadi terbatasi. Hingga pada bulan Agustus 2017, akhirnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengangkat komoditas bumbu dapur seperti bawang merah sebagai komoditas unggulan ekspor. Tetapi harganya juga masih sangat ditentukan oleh pasar.

    Ditengah fluktuasi harga komitas ekspor Indonesia, ada tiga produk pertanian yang dari dulu hingga sekrang masih merajai pasar internasional. Hasil perekebunan karet, kelapa sawit, dan tebu masih menyumbangkan pendapatan paling besar utuk negara. Bahkan hampir semua pengusaha pertanian dengan omset paling besar ada di bisnis ini. Berikut penjabaran kenapa ketiga komoditas ini dianggap paling menguntungkan:

    1. Bisnis Kelapa Sawit.

    [​IMG]

    Sumber: ditjenbun.pertanian.go.id/foto_berita/111kelapa-sawit-2.jpg

    Kelapa sawit adalah agrisnis yang sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Dilansir oleh Tempo, Menteri Keungan Sri Mulyani Mengungkapkan industri sawit memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. Ekspor komoditas Sawit tercatat sebanyak 12% dari ekspor nasional. Kontribusi ekspor sawit mencapai angka Rp 31,4 triliun dengan penerapan tenaga kerja sebanyal 5,6 juta orang.

    Bukan hanya perusahaan besar, bisnis ini juga terbukti bisa meningkatkan perekonomian rakyat. Banyak kebun kelapa sawit perusahaan yang saat ini pengelolaanya berbasis perkebunan rakyat dan bahkan tidak sedikit masyarakat mempunyai kebun-kebun kelapa sawit sendiri. Produktivitas kelapa sawit satu tahun didapat Rp. 106.080.000,- / hektar. Tentu ini adalah angka yang sangat menjanjikan. Biasanya para petani melakukan ekspor ataupun penjualan di marketplace seperti Agromaret silahkan daftar Agromaret


    Pasar kelapa sawit sudah dimiliki oleh Indonesia. Sehingga pemerintah sendiri menjaga betul agar produksi kelapa sawit tidak menurun. Bahkan, masih terbuka lebar untuk para petani yang ingin berbisnis di perkebunan kelapa sawit. Walaupun tidak bisa kita pungkiri kelapa sawit menyumbang kerusakan lingkungan yang besar bagi Indonesia.

    2. Bisnis Perkebunan Karet

    [​IMG]

    Sumber: cdn.tmpo.co/data/2008/12/14/id_4901/4901_620.jpg

    Selain kelapa sawit komoditas getah karet juga menjadi promadona tersendiri di pasar internasional. Perkebunan karet sudah ada di Indonesia sejak masa kolonial, sehingga sistem yang baik sudah ada di Indonesia sejak dulu dalam bisnis perkebunan karet. Bukan rahasia lagi bagaimana karet dari Indonesia diperebutkan oleh Jepang dan Amerika Serikat. Bahkan Harga Karet untuk September 2017 melejit hingga 6,35% atau 12,9 poin, yang artinya bisnis Karet sedang tinggi-tingginya.

    Riau merupakan salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia. Setiap satu hektar kebun karet di wailayah ini setiap bulanya mampu memroduksi sebanyak 800 kg atau setara dengan Rp 12 juta. Tidak jauh dari bisnis Kelapa sawit, jika dirawat dengan baik karet setiap tahunya bisa menghasilkan omset Rp 144.000.000,-/hektar. Angka yang sangat fantastis untuk bisnis pertanian. Selain profitnya yang luar tinggi, perkebunan karet juga mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan negara.

    3. Bisnis Tebu dan Gula

    [​IMG]

    Sumber: teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2015/01/2.Peluang-Bisnis-Menjanjikan-dari-Tanaman-Tebu2.jpg

    Selama beberapa bulan terkahir terjadi polemik di bisnis perkebunan tebu. Pasalnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen bagi petani tebu dan pengusaha gula. Hal ini adalah bukti bagaimana bahan baku gula ini berhasil melebarkan sayapnya di bisnis Internasional. Bahkan tercatat setiap tahun ekspor gula semakin meningkat.

    Bulan April 2017 tercatan ekspor tebu naik hingga 113,7% dari realisasi tahun sebelumnya. Ekspor tebu terbesar saat ini adalah untuk negara Inggris. Terbilang sektor ini sangat berhasil seperti kesua sektor sebelumnya. Per Hektar tebu bisa mencapai 100 ton untuk segera masuk ke pabrik gula. Dari proses budidaya hingga proses pemasaran produt ini juga menyerap banyak sekali tenaga kerja. Hal inilah yang membuat bisnis Tebu dan gula menjadi salah satu bisnis pertanian paling menguntungkan. menurut Pertanian Indonesia

    Ketiga komoditas di atas tercatat bisnis pertanian paling menguntungkan hingga saat ini. Namun, kita ketahui juga dampak negative bagi lingkungan sangat dirasakan akbita bisnis ini. Berjuta-juta hektar hutan harus di tebang dan lingkungan tercemar. Tidak hanya itu, bisnis ini sebagian besar hanya menguntungkan para pemilik modal, sementara rakyat hanya dijadikan pekerja saja dengan upah yang minim. Oleh karena itu, perlu adanya konsep baru agar bisnis perkebunan ini tidak merusak lingkungan dan dapat mensejahterkan rakyat. Hingga saat ini konsep perkebunan rakyat adalah salah satu jawabanya. (Novan Aji Imron)
     
  2. Om Toni

    Om Toni Member

    Joined:
    Feb 11, 2017
    Messages:
    338
    Likes Received:
    83
    Trophy Points:
    28
    Dan ketiganya merupakan jenis bisnis di bidang pertanian yang perlu modal besar. faktanya, keberadaan petani kecil yang menggarap lahan perkebunan karet, kelapa sawit dan tebu makin terpojok oleh perusahaan besar pemegang HPH
     
  3. Jo Han

    Jo Han Member

    Joined:
    Aug 30, 2017
    Messages:
    80
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Sayangnya bisnis kelapa sawit dan karet masih dipegang oleh pengusaha" besar dg modal besar ya, dan proses dari tanam sampe produknya nya itu Luama... orang kita kebanyakan cari yg instan, kuli lah, kerja pabrik, dll
     
  4. anggigi190

    anggigi190 Member

    Joined:
    Sep 1, 2017
    Messages:
    43
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
  5. Meylisarahman

    Meylisarahman New Member

    Joined:
    Aug 10, 2017
    Messages:
    13
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Benar sekali, karena SDM kita yang belum siap pak
     
  6. markotop

    markotop New Member

    Joined:
    Aug 3, 2017
    Messages:
    11
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
Loading...

Share This Page